BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Bantuan Banjir Pemprov Jateng langsung disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Pantura Jawa Tengah sebagai bentuk respon cepat pemerintah provinsi terhadap bencana hidrometeorologi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak sigap mengirimkan bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah ke Kabupaten Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai dukungan nyata Pemprov Jateng kepada pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat penanganan bencana dan meringankan beban warga terdampak banjir.
Banjir yang melanda wilayah Pantura Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan aktivitas warga terganggu dan meningkatkan kebutuhan akan bantuan darurat. Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Jateng melalui Dinas Sosial langsung melakukan distribusi logistik ke daerah terdampak.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan bahwa bantuan tidak hanya difokuskan pada satu wilayah, melainkan didistribusikan merata ke daerah yang terdampak cukup signifikan.
“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” ujar Imam.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada daerah terdampak yang luput dari perhatian pemerintah provinsi.
Imam menegaskan bahwa penyaluran bantuan banjir Pemprov Jateng dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pemerintah provinsi diminta selalu hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
Menurut Imam, kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran bantuan menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dilakukan secara intensif.
Besaran bantuan yang diterima masing-masing daerah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan ketersediaan stok logistik di wilayah setempat. Kabupaten Kendal, misalnya, menerima bantuan senilai Rp 80.634.760 karena stok logistik masih relatif mencukupi.
Sementara itu, Kabupaten Batang mendapatkan bantuan sebesar Rp 131.964.010, Kabupaten Pemalang Rp 171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp 65.130.491. Seluruh bantuan diserahkan kepada dinas sosial masing-masing daerah untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat.
“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” jelas Imam.
Bantuan yang dikirimkan Pemprov Jateng mencakup berbagai kebutuhan dasar warga terdampak banjir. Jenis bantuan dirancang agar mampu menunjang kebutuhan harian masyarakat dalam kondisi darurat.
Adapun logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, serta pakaian anak-anak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga bertahan selama masa tanggap darurat.
Selain itu, Dinas Sosial Jawa Tengah juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan.
Salah satu dapur umum milik Pemprov Jateng didirikan di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari. Dapur umum ini menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Di luar dapur umum yang dikelola Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, serta unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini dinilai sangat membantu percepatan penanganan bencana.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya pengungsian di wilayah terdampak banjir. Meski demikian, Pemprov Jateng tetap menyiagakan logistik dan personel mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2026.
“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” pungkas Imam.
Langkah antisipatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat selama menghadapi potensi bencana ke depan.(*)








Komentar