Ahmad Luthfi Instruksikan Dinsos-PUPR Tangani Tanah Amblas

Keselamatan Jadi Prioritas

BeritaWonogiri.com [UNGARAN] – Peristiwa tanah amblas Ungaran Timur 13 Februari 2026 langsung mendapat perhatian serius Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam perjalanan menuju Solo, ia bahkan meminta keluar di Exit Tol Ungaran demi memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat.

Kunjungan mendadak itu dilakukan setelah ia menerima laporan adanya kejadian tanah amblas di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur. Setibanya di lokasi, Ahmad Luthfi langsung berdialog dengan warga dan meninjau titik ambles yang mengancam sejumlah rumah.

“Katanya ada longsor, sebelah mana, saya mau lihat,” ujar Ahmad Luthfi saat tiba di lokasi, Jumat (13/2/2026). Warga yang terkejut kemudian mengantar gubernur menuju titik tanah amblas.

Peristiwa tanah amblas Ungaran Timur terjadi Kamis siang, 12 Februari 2026. Hujan deras mengguyur kawasan Ungaran, membuat air dari kebun di dataran lebih tinggi mengalir deras ke permukiman.

Tanah di halaman rumah Sukarno dan Imam ambles. Akibatnya, bangunan mengalami retak bahkan sebagian menggantung.

Melihat kondisi tersebut, Ahmad Luthfi menilai rumah terdampak tidak lagi aman dihuni.

“Niku pripun, kok parah ya. Berapa rumah itu yang kena? Retak gini, bahaya lho ini, sampai gantung gitu. Suruh pindah mawon niki,” kata Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi.

Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Rumah dengan kondisi retak dan menggantung dinilai berisiko jika tetap ditempati.

Di lokasi tanah amblas Ungaran Timur 13 Februari 2026, Ahmad Luthfi langsung menghubungi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, untuk segera datang membahas langkah penanganan.

“Pak Bupati, kebetulan saya ada di lokasi. Saya tunggu ya, kita diskusi,” ujar Luthfi melalui sambungan telepon.

Tak lama berselang, ia kembali menghubungi Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah. Ia menginstruksikan kedua dinas tersebut segera turun tangan.

“Dinas kita turun ke sini. Satu gang ini harus dibantu semua,” tegasnya.

Ia meminta bantuan sosial segera diberikan kepada warga terdampak, sekaligus penanganan teknis untuk mencegah longsor meluas ke area lain. Ketua RT setempat, Rinto, juga diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kebutuhan mendesak warga.

Ahmad Luthfi menegaskan penanganan tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga mitigasi jangka menengah. Pemerintah akan melakukan asesmen struktur tanah dan penguatan infrastruktur di kawasan perbukitan tersebut.

“Ini kan tidak mungkin ditempati. Nanti biar Dinsos bantu masyarakat sini, Dinas PUPR juga sudah saya suruh ke sini agar tidak merambat ke tempat lain,” katanya.

Tanah amblas Ungaran Timur 13 Februari 2026 menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Kawasan perumahan yang berada di kontur perbukitan memiliki potensi risiko jika tidak ditangani secara komprehensif.

Langkah cepat dan koordinasi terpadu antara pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan mampu menjamin keamanan warga. Kehadiran langsung gubernur di lokasi memberi kepastian bahwa negara hadir saat masyarakat menghadapi musibah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *