Sukses! Kodim Wonogiri Hijauhkan Kahyangan dengan 1000 Pohon Beringin hingga Alpukat

Penghijauan Massal Kodim Wonogiri Dorong Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Lokal

BeritaWonogiri.com [TIRTOMOYO] – Kodim 0728/Wonogiri melalui Koramil 07/Tirtomoyo sukses gelar kegiatan penghijauan massal di Objek Wisata Alam Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo. Sebanyak 1000 bibit pohon buah ditanam secara serentak oleh personel TNI, Polri, relawan, dan warga masyarakat pada Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini bagian dari program Pembinaan Lingkungan Hidup untuk jaga kelestarian alam.

Acara diikuti ratusan peserta ini menanam berbagai jenis bibit, termasuk 200 pohon beringin, 200 aren, 200 jambu, 200 sirsak, dan 200 alpukat. Lokasi wisata Kahyangan yang hijau dipilih karena potensinya sebagai kawasan konservasi alam sekaligus destinasi ekowisata di Wonogiri.

Penanaman dilakukan gotong royong sepanjang pagi hingga siang. Personel Koramil memimpin pembagian tugas, sementara warga lokal antusias ikut berpartisipasi. “Kami bagi tim untuk gali lubang, tanam bibit, dan siram air agar pohon cepat adaptasi,” cerita salah satu relawan setempat.

Danramil 07/Tirtomoyo, Lettu Inf Agung Suwarno, yang mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menekankan komitmen TNI. “Kegiatan ini bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga lingkungan hidup. Dengan menanam ribuan bibit pohon, kami harap berkontribusi terhadap penghijauan wilayah dan dampak positif bagi generasi mendatang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Lettu Agung juga himbau peran masyarakat. “Kami harap warga turut rawat pohon-pohon ini agar tumbuh subur. Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam kelestarian alam,” tambahnya. Pernyataan ini sejalan dengan program nasional TNI AD soal pembinaan teritorial yang kini masukkan isu lingkungan sebagai prioritas.

Selain ekologis, kegiatan penghijauan Wonogiri ini punya nilai ekonomi. Pohon buah seperti jambu, sirsak, dan alpukat diprediksi beri hasil panen dalam 3-5 tahun. “Ini potensi baru bagi petani di Dlepih. Buah bisa dijual atau dikembangkan jadi agro wisata,” kata Kepala Desa Dlepih, Budi Santoso, yang hadir dalam acara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri 2025 tunjukkan deforestasi di Jawa Tengah capai 2,5% per tahun akibat alih fungsi lahan. Penghijauan seperti ini jadi solusi konkret. “Gerakan ini awal kolaborasi berkelanjutan. Tahun depan, target 5000 bibit lagi,” janji Dandim melalui perwakilannya.

Kegiatan ini juga libatkan Polri dari Polsek Tirtomoyo dan relawan lingkungan dari LSM setempat. Mereka tanam bibit di lereng bukit Kahyangan, kawasan rawan erosi. Hasilnya, areal wisata kian asri, potensial tarik wisatawan domestik.

Secara berimbang, tantangan tetap ada seperti perawatan pasca-tanam. “Kami siapkan tim monitoring bulanan. Masyarakat diajak adopsi pohon via kartu identitas,” jelas Lettu Agung. Ini cegah pohon mati prematur seperti kasus serupa di daerah lain.

Program ini selaras Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wonogiri 2025-2029 yang prioritaskan ekowisata. Dengan 1000 bibit baru, tutupan hijau Kahyangan naik 10%, perkirakan Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri.

Kegiatan tutup dengan doa bersama dan foto kelompok. Pesan utama: penghijauan bukan tugas TNI saja, tapi tanggung jawab kolektif. Wonogiri harap jadi contoh kabupaten hijau di Jawa Tengah. (*)

Komentar