BeritaWonogiri.com [JATISRONO] – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonogiri dalam beberapa hari terakhir menyebabkan bencana tanah longsor yang menimpa rumah milik Kardi, warga Lingkungan Talok RT 03/03, Kelurahan Pelem, Kecamatan Jatisrono. Bencana terjadi pada Rabu, 26 November 2025, mengakibatkan timbunan material longsor menutupi rumah warga tersebut dan menyebabkan kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, tim gabungan dari Koramil dan Polsek Jatisrono serta relawan Keduang Jatisrono segera bergerak cepat menuju lokasi longsor. Mereka bersama warga sekitar melakukan pembersihan sisa material longsor secara gotong royong. Kerja sama yang solid antara TNI, Polri, relawan, dan warga setempat mengutamakan penanganan tanggap darurat yang efektif dan tepat waktu untuk membantu korban.

Tim gabungan TNI-Polri dan relawan melakukan pembersihan longsor di Wonogiri. (Foto: pendim 0728/wng)
Serka Eko Rajianto, dari Koramil setempat, menegaskan bahwa kegiatan pembersihan ini mencerminkan sinergi yang kokoh dan kekompakan yang harus terus dipupuk dalam menghadapi bencana. Semangat bahu-membahu ini berlangsung lancar, memperlihatkan solidaritas tinggi antar elemen masyarakat dalam menghadapi musibah tanah longsor di wilayah tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI, Polri, dan relawan lokal di Wonogiri melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor untuk meminimalkan dampak lanjutan bagi warga terdampak. Gotong royong tetap menjadi metode utama penanganan, menumbuhkan rasa kebersamaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam.
Bencana tanah longsor ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi cuaca ekstrim akibat perubahan iklim. Kerusakan rumah dan potensi risiko kesehatan hingga keselamatan jiwa menjadi perhatian utama dalam mitigasi bencana di wilayah rawan seperti Wonogiri.
Keterlibatan aktif warga dan relawan dalam kolaborasi bersama aparat keamanan menunjukkan betapa pentingnya solidaritas sosial untuk mengurangi dampak bencana. Hal ini menjadi pembelajaran bagi daerah lain mengenai pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas serta sinergi antar lembaga dalam penanganan bencana alam.(*)






