BeritaWonogiri.com [JATIROTO] – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD), melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1628-16/Jatiroto, kembali menjalankan program pembinaan di wilayah dengan menyasar dunia pendidikan. Kali ini, personel Babinsa melatih siswa-siswa SMKN 1 Jatiroto dalam Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) dan pembinaan karakter. dilaksanakan pada Rabu (26/11) dalam rangkaian acara Pelantikan Penegak Bantara Tahun Pelajaran 2025/2026. Sertu Teguh W dan Serda Muhlis dipercaya sebagai pelatih utama dalam kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, membentuk karakter tangguh, serta menanamkan jiwa kebangsaan bagi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kerapian dalam baris-berbaris. Sertu Agus W, yang juga terlibat dalam pembinaan, menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar yang lebih dalam ingin ditanamkan. “Materi PBB ini bertujuan untuk memperkuat sikap dasar peserta, agar siswa mampu memahami pentingnya ketepatan gerakan, kekompakan tim, ketegasan dalam setiap instruksi yang diberikan. Nilai-nilai kedisiplinan menjadi pokok utama yang dibangun dalam kegiatan ini,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Sertu Agus menekankan bahwa materi yang diberikan tidak terbatas pada PBB. Untuk memperkuat fondasi mental dan spiritual, disisipkan pula materi Wawasan Kebangsaan. “Wawasan Kebangsaan juga diberikan, bertujuan untuk menanamkan semangat nasionalisme sejak dini. Sehingga para peserta mengenal nilai-nilai pengabdian, cinta tanah air, dan kesadaran bela negara,” pungkasnya.
Kolaborasi antara TNI, dalam hal ini Koramil Jatiroto, dengan institusi pendidikan seperti SMKN 1 Jatiroto bukanlah hal baru. Program semacam ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang diemban oleh Babinsa untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Kehadiran TNI dalam konteks ini bukan dalam kapasitas militeristik, melainkan sebagai pembina dan pendidik yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kepala SMKN 1 Jatiroto, Drs. Bambang Sutrisno, M.Pd., dalam sambutannya menyambut positif inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Koramil Jatiroto. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi pendidikan akademik di dalam kelas. Pembentukan karakter disiplin dan nasionalisme adalah pondasi yang penting bagi siswa-siswi kami sebelum mereka terjun ke dunia industri dan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan PBB yang diajarkan oleh Babinsa dirancang untuk memiliki dampak yang lebih dalam daripada sekadar gerakan fisik. Setiap aba-aba dan gerakan yang dilatihkan mengandung nilai-nilai leadership, kerjasama tim, dan ketelitian. Siswa belajar untuk mengendalikan diri, mendengarkan perintah, dan bekerja sama dalam sebuah kesatuan untuk menciptakan gerakan yang kompak dan harmonis.
Penyisipan materi Wawasan Kebangsaan menjadi elemen krusial yang membedakan pelatihan ini. Materi ini dirancang untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dan memahami sejarah perjuangan bangsa. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki jiwa patriotisme dan semangat mengabdi untuk kemajuan Indonesia.
Bagi peserta didik, pelatihan ini memberikan pengalaman yang berharga. Ananda Putri, salah satu siswi yang mengikuti pelatihan, mengaku awalnya merasa berat. “Awalnya capek, tapi seru. Kita jadi belajar disiplin dan kompak. Ternyata untuk melakukan gerakan sederhana seperti menghormat bersama-sama butuh konsentrasi dan kerja sama,” ceritanya dengan semangat.
Dampak positifnya terlihat pada peningkatan kedisiplinan siswa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, seperti datang tepat waktu dan lebih tertib dalam mengikuti pelajaran. Guru-guru juga melaporkan adanya peningkatan rasa tanggung jawab dan solidaritas antar siswa pasca mengikuti pelatihan.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pelatihan saja. Pihak sekolah dan Koramil Jatiroto berkomitmen untuk menjadikan program semacam ini sebagai agenda rutin dan berkelanjutan. Rencananya, akan dikembangkan lebih lanjut dengan materi lain yang relevan dengan pembinaan karakter pemuda, seperti kepemimpinan (leadership), bela negara secara non-fisik, serta edukasi tentang bahaya narkoba dan paham radikal.
Komitmen TNI AD melalui program Binternya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pembinaan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berwawasan kebangsaan yang kuat. Sinergi yang positif antara institusi pertahanan dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang mencintai tanah airnya.(*)







Komentar