Tangis Kegembiraan Buntero Pecah Di Plasa Patung Bedol Deso Pokoh Kidul

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Gerimis tak menyurutkan emak-emak Buntero-Bunda RT Loro-Dusun Kenteng RT 02 RW 02, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Minggu, 29 Desember 2024.

Mengenakan kebaya, 60-an ibu-ibu berkumpul di halaman Patung Bedol Deso Plasa, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Berbagai payung aneka warna dijajar di panggung Plasa untuk melindungi barang bawaan.

Sedangkan ibu-ibu berjalan layaknya model di karpet cat walk, melenggok-lenggok melintas patung Bedol Deso. Mereka kompak berjalan sesuai kelompok dasa wisma (dawis). Saat lenggak-lenggok mereka menyanyikan lagu penyemangat dan meneriakkan yel yel Buntero Cantik.

Baca juga: Polwan Polres Wonogiri Jadi Petugas Peringatan Hari Ibu

Ketua PKK Buntero, Sunarsih, menyatakan PKK RT 02 Kenteng menggelar acara hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. “Kegiatan mundur dari tanggal 22 Desember menjadi hari ini [Minggu, 29 Desember] karena saat itu bersamaan dengan warga punya hajat,” katanya.

BeritaWonogiri.com/Triantotus

Dia menjelaskan kegiatan Hari Ibu rutin dilakukan namun tahun 2024 digelar di luar kampung. “Yang datang 60 lebih terbagi dalam 4 dawis. Kami sengaja mengadakan kegiatan diluar di Patung Bedol Deso, Plasa ingin melihat dan bersahabat dengan alam,” katanya.

Diakuinya selama ini mungkin anggota PKK Buntero kurang bersahabat dengan alam sehingga beradaptasi dengan alam Plasa Waduk Gajah Mungkur.

Kenapa berkebaya? Sunarsih menjelaskan pakaian kebaya dikenakan Buntero untuk mengenang pakai ibu-ibu kita jaman dahulu. “Penampilan memang klasik, legen agar Buntero mengenang pakaian ibu-ibu kita dahulu lebih sopan dan berwibawa.”

Dia berharap dari mengenang masa lalu, Buntero terus maju dan terjalin silaturahmi di antara anggota. “Untuk generasi muda, siapkan mental karena tidak mudah menjadi Ibu, tanggung jawab Ibu berat dan jadilah Ibu terbaik,” tandasnya.

Lebih lanjut diakatakan, selain apel diadakan baca puisi karya sendiri, karaoke dan kado silang. “Ibu yang berperan ganda sebagai bapak diberi tondo tresno agar semakin kuat mendidik anak dan cucu.”

Ikrar berisikan permohonan maaf dan doa diucapkan oleh perwakilan ibu muda kepada sesepuh Ibu Kanti. Seusai ikrar dilanjutkan dengan saling memaafkan. Iringan lirik lagu berjudul Ibu dari Hadad Alwi tak kuasa menahan tetes air mata dari ibu-ibu Buntero. Sesekali mereka mengusap air mata sembari bersalaman.

“…Terima kasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu
Kaulah ibuku cinta kasihku
Pengorbananmu sungguh sangat berarti
Kaulah ibuku cinta kasihku….” (Triantotus)

Komentar