BeritaWonogiri.com [SOLO] – Seluruh tim kaliber dunia yang berlaga di perhelatan sepakbola terakbar se-jagat Piala Dunia U-17 terpuaskan dengan kualitas lapangan dan fasilitas yang disiapkan tuan rumah Indonesia.
“Tim-tim yang bertanding memuji kualitas lapangan, training side yang setiap hari digunakanp latihan dan juga hospitality. Tim-tim yang bertanding ini berkaliber kelas dunia yang mempunyai tuntutan detail banyak sekali dan tak mudah, tapi Indonesia yang bersinergi dengan stakeholder dapat memenuhi seluruh permintaan dan kebutuhan dari tim-tim kelas dunia tersebut,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria saat konfernsi pers di Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan, Solo, Jateng Jumat, 1 Desember 2023.
Di partai final ini, kata dia, akan ada editional touch up di Stadion Manahan agar lebih mempercantik lagi. Pihaknya akan menaikkan sedikit lagi dari segi branding di partai final. Hal ini dianggap satu hal baru soal perbedaan dari satu stage ke stage lainnya.
Baca juga: Dishub Rekayasa Lalin Dan Jalan Lingkar Stadion Manahan Ditutup Barikade Saat Final Pildun U-17
Dia menjelaskan kalaupun ada perubahan signifikan dalam perhelatan ini adalah dalam hal pertandingan. Semakin hari pertandingan adalah antara tim the best melawan the best. Dan ini adalah satu tontonan yang tak bisa didapatkan di manapun.
Ditanya persiapan Jakarta International Stadium (JIS) hingga akhirnya bisa menjadi sebagai salah satu venue untuk laga Piala Dunia U-17, hal itu dinilai memang hal luar biasa. Karena persiapan untuk mendandani JIS hanya ada waktu mepet dengan masa tanam rumput 10 hari.

Namun pekerjaan itu akhirnya bisa tercipta lapangan yang bisa menahan intensitas pertandingan yang sangat tinggi. Di tempat ini ada 16 laga dalam 15 hari, ini sama saja dengan area bila dibayangkan jika pertandingn satu home game untuk satu klub, ini adalah setengah musim.
Artinya, kata Ratu Tisha yang juga Wakil Ketua Local Organizing Committee Piala Dunia U-17 2023, biasanya lapangan melaksanakan 16 pertandingan dalam waktu empat bulan. Tapi ini dilakukan dalam 15 hari sementara waktu masa tanam rumputnya singkat.
“Ini persiapan yang luar biasa. Untuk itu kami mendatangkan expert di luar FIFA yaitu beberapa konsultan dari Inggris, Belanda, New Zealand dan Australia. Kebetulan saat itu Australa sedang ada FIFA Women World Cup. Sehingga beberapa expert di situ kita terbangkan. Jadi kalau ngomongin extra ordinary cara penanganan JIS memang patut diacungi jempol,” ungkap Ratu Tisha. (Iskandar)







Komentar