Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan, khususnya di sektor-sektor krusial seperti penanggulangan narkotika, terorisme, industri mineral, dan pengelolaan infrastruktur.
Para pejabat yang dilantik meliputi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kepala Badan Industri Mineral, serta Kepala dan dua Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo dalam mengisi posisi-posisi strategis dengan figur-figur yang dinilai kompeten. Suyudi Ario Seto kini resmi menjabat sebagai Kepala BNN, sementara Eddy Hartono memimpin BNPT. Keduanya diharapkan dapat meningkatkan upaya pemberantasan kejahatan yang mengancam bangsa.
Di sektor ekonomi, Brian Yuliarto ditunjuk sebagai Kepala Badan Industri Mineral, sebuah posisi penting untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam. Sementara itu, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Presiden menunjuk Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, didampingi dua Wakil Kepala, Darwin Trisna Djadawinata dan Suhajar Diantoro.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya amanah, integritas, dan dedikasi. Para kepala dan wakil kepala badan yang baru dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan juga wujud komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Dengan tim yang solid dan kuat, setiap tantangan yang ada diharapkan dapat dihadapi dengan lebih efektif.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini serius dalam membangun fondasi yang kokoh, baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun pembangunan regional. Keberadaan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, misalnya, menjadi sinyal kuat percepatan pembangunan di salah satu wilayah paling vital di Indonesia.(*)








Komentar