Warga LDII Jatipurno Sambut Idul Adha Dengan Semangat Ketaqwaan Dan Kepedulian Sosial

BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Ribuan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jatipurno melaksanakan salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H di Lapangan Kridha Buana, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin, 17 Juni 2024.

Ribuan warga LDII dan masyarakat sekitar Kecamatan Jatipurno, salat Id dimulai pada pukul 07.15 WIB dengan imam dan khotib Drs H. Suroto, Pengasuh Pondok Pesantren Bairuha (LDII) di Jl Raya Jatipurno, Dusun Pule, Desa Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Tema kurban LDII tahun ini, yaitu berkurban untuk mewujudkan ketaqwaan dan kepedulian sosial, memiliki makna yang mendalam dan mencakup beberapa aspek penting dalam praktik keagamaan dan kehidupan sosial.

Baca juga: PC LDII Wonogiri Dan Selogiri Mengadakan Festival Generus Wonogiri 2023

Suroto dalam ceramahnya menekankan pentingnya keteladanan Nabi Ibrahim AS, terutama dalam hal ketaatan kepada Allah.

“Nabi Ibrahim adalah teladan utama dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Ketika Allah memerintahkan beliau untuk mengorbankan putranya, Ismail, meskipun itu adalah ujian yang sangat berat, Ibrahim menunjukkan ketaatannya tanpa ragu. Ini mengajarkan umat muslim untuk selalu taat dan patuh kepada perintah Allah, apapun tantangannya,” ujarnya.

Suroto juga menggarisbawahi keikhlasan dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh Ibrahim dan Ismail. “Ibrahim rela mengorbankan yang paling dicintainya demi kepatuhan kepada Allah, dan Ismail pun menerima perintah tersebut dengan ikhlas. Ini mengajarkan pentingnya pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah agama dan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dia juga menyoroti pentingnya kesabaran, dengan mengacu pada kisah Nabi Ibrahim yang mengajarkan umat muslim tentang kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

“Kesabaran Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah menunjukkan bahwa kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan ridha Allah dan keberhasilan di dunia dan akhirat,” tegasnya.

BeritaWonogiri.com/Thamrin

Selain itu, Suroto menekankan keimanan yang kuat kepada Allah sebagai dasar dari semua tindakan Nabi Ibrahim. “Ujian yang dihadapinya memperkuat keyakinan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Ini mengajarkan umat Muslim untuk selalu memperkuat iman dan tawakal kepada Allah.”

Suroto juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial dan berbagi, salah satu aspek penting dari Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan.

“Ini mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang diajarkan oleh Islam. Dengan berkurban, umat Muslim diajarkan untuk peduli dan membantu sesama, terutama yang kurang mampu. Pentingnya doa dan tawakal juga tidak boleh dilupakan,” ujar Suroto.

“Nabi Ibrahim selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan. Doanya yang tulus dan penuh harap menunjukkan betapa pentingnya doa dalam kehidupan seorang Muslim. Doa adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya,” jelasnya.

Suroto juga menambahkan masjid-masjid LDII sekarang sudah banyak yang berkurban. Satu masjid ada yang menyembelih hingga tujuh ekor sapi. “Ini menandakan ketaqwaan yang semakin meningkat,” katanya.

Suroto berharap agar umat muslim tetap menjaga kerukunan dan kekompakan. “Ibadah kurban sebagai sarana untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperkuat semangat kepedulian sosial dalam membantu sesama, terutama yang membutuhkan. Semoga semangat berbagi dan kebersamaan dalam merayakan Idul Adha ini dapat terus membawa berkah dan keberkahan bagi seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia.” (Thamrin)

Komentar