847 Peserta dari 12 Provinsi Tiba di Jateng Jelang MTQ Nasional XXXI

Jawa Tengah Siapkan Venue dan Layanan Kafilah

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Kafilah MTQ Jateng mulai berdatangan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah. Hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan 13 venue untuk pelaksanaan perlombaan dan berbagai kegiatan pendukung MTQ Nasional XXXI.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal tersebut saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis malam.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah, terbagi dari 12 provinsi,” ujar Taj Yasin, yang juga Ketua LPTQ Jateng.

Pemprov Jawa Tengah memastikan kebutuhan para kafilah dan kepala daerah yang hadir telah dipersiapkan. Kesiapan tersebut mencakup penginapan, konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.

Sebanyak 13 lokasi disiapkan untuk pelaksanaan musabaqah dan kegiatan pendukung. Di antaranya venue utama kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP.

Untuk mendukung mobilitas selama kegiatan, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan 15 unit bus yang digunakan untuk kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.

Setiap provinsi juga mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin.

Kafilah Papua Barat Daya telah tiba lebih dahulu di Jawa Tengah. Sementara gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat.

Penyambutan Ahmad Nausrau berlangsung hangat. Keduanya berbincang di ruang VIP Stasiun Tawang menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, dan Arab secara bergantian.

Ahmad mengatakan kedatangannya ke Jawa Tengah tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.

“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya.

Ahmad mengaku terharu atas sambutan yang diberikan Pemprov Jawa Tengah. Menurutnya, MTQ Nasional bukan sekadar arena perlombaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.

Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.

Ahmad menyebut potensi Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi daya tarik bagi peserta dari berbagai daerah. Jika mendapat persetujuan pemerintah pusat, penyelenggaraan tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.

Para qari dan qariah Papua Barat Daya datang lebih awal untuk memiliki waktu lebih panjang beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.

“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” tandas Ahmad. (*)

Komentar