BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Kuliner khas Kabupaten Wonogiri ‘Jangan Lombok Ijo’ akan didorong untuk meramaikan ivent Solo Raya Great Sale (SRGS) 2025, yang akan berlangsung 1-31 Juli mendatang.
Itu salah satu bahasan diskusi persiapan menyambut SRGS, di Angkringan Sopo Ngiro, Wonogiri, Selasa 20 Mei 2025. Jangan lombok ijo atau sayur lombok ijo adalah masakan berbahan dasar cabai hijau, tempe, dan santan dengan cita rasa asin, pedas, manis, dan gurih.
Acara diskusi dibuka PLT Ketua Kadin Wonogiri, Sugeng Budiono, melibatkan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Haryanto, Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM, Wahyu Widayati, serta pelaku usaha anggota Kadin Wonogiri.
Diketahui, Solo Great Sale tahun ini dikembangkan menjadi Solo Raya Great Sale 2025. Event wisata belanja dengan diskon besar kali ini menggabungkan potensi tujuh daerah yakni Solo, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali.
Wahyu Widayati mengatakan, SRGS menawarkan daerah untuk promosi dengan diskon besar-besaran guna menarik konsumen dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Wonogiri akan memanfaatkan momentum ini dengan menggandeng pedagang pasar tradisional. Kami juga mendorong kuliner khas seperti sayur lombok ijo dan destinasi unggulan seperti Waduk Gajah Mungkur (WGM),” katanya.
Ia berharap transportasi Batara Krisna dan BRT bisa mendukung akses untuk kegiatan ini, meskipun moda transportasi penghubung masih menjadi kendala.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Haryanto mengungkapkan, potensi wisata Wonogiri yang akan ditawarkan di momen SRGS nanti adalah Obyek Wisata andalan Waduk Gajah Mungkur (WGM).
Dijelaskan, WGM saat ini dikelola BUMD dengan 18 armada angkutan wisata yang sudah beroperasi reguler.
“Namun, potensi wisata Wonogiri masih terkendala minimnya pemasaran dan kurangnya travel agent lokal yang fokus pada destinasi wisata daerah,” kata Haryanto.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat sektor pariwisata.
Salah satu peserta diskusi, Tuharno, mantan anggota DPRD Wonogiri, menyoroti perlunya pengelolaan maksimal destinasi wisata oleh Pemkab setempat.
“Kadin yang baru harus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mantan anggota dewan Wawan Setyo Nugroho, menambahkan, SRGS merupakan wujud aglomerasi pemerataan ekonomi di Solo Raya. Dia berharap Wonogiri tampil dan mampu bersaing dengan daerah lain di Solo Raya. (Irfandy*)







Komentar