Lapangan Simpanglima Jadi Lokasi Penutupan MTQ Nasional XXXI 2026

Konsep Penutupan dan Rencana Kehadiran Wakil Presiden

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Acara penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah dipastikan berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah kejutan serta hiburan menarik bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan seremonial penutupan MTQ Nasional tersebut. Rencananya, penutupan akan digelar di Lapangan Simpanglima Kota Semarang pada Sabtu malam, 19 September 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa konsep seremonial penutupan MTQ Nasional dirancang mirip dengan kemegahan acara pembukaan. Rangkaian acara akan diisi mulai dari sajian tari pembuka, tari kolaborasi, hingga penampilan grup musik pendukung.

Taj Yasin, yang memimpin Jawa Tengah bersama gubernur Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk menyajikan acara yang berkesan bagi para pengunjung.

“Kami menyiapkan acara agar masyarakat lebih bahagia saat mengikuti penutupan MTQ kali ini,” ujar Taj Yasin usai acara Dialog Publik di TVRI Jawa Tengah tentang Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Studio RRI Semarang, Rabu, 16 September 2026.

Guna memantapkan pelaksanaan, panitia telah bersilaturahmi dan berkoordinasi langsung dengan Protokol Kepresidenan. Koordinasi ini dilakukan agar Wakil Presiden Republik Indonesia hadir dan meresmikan penutupan perhelatan tersebut secara langsung.

Selain fokus pada agenda seremonial penutupan, panitia penyelenggara juga memfasilitasi para kafilah dari berbagai daerah untuk berwisata mengelilingi destinasi ikonik di Kota Semarang.

Beberapa destinasi ikonik yang dikunjungi para peserta antara lain Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Lama, dan Klenteng Sam Poo Kong. Rute perjalanan wisata bagi para kafilah telah dijadwalkan secara bergilir guna mencegah penumpukan massa dan menjaga kenyamanan para tamu.

Sebagai informasi, ajang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah ini diikuti oleh kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Seluruh peserta berlomba dalam 8 cabang yang mencakup 24 golongan serta 48 kategori musabaqah. (*)

Komentar