BeritaWonogiri.com (AHMEDABAD) – Kecelakaan pesawat Air India penerbangan AI171 yang jatuh di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025 dikabarkan juga menewaskan 5 mahasiswa kedokteran yang menghuni gedung BJ Medical College.
Diketahui kecelakaan tersebut hanya menyisakan 1 penumpang selamat setelah melompat dari pesawat. Sedang 141 penumpang termasuk awak pesawat dipastikan tewas di lokasi kejadian.
Menurut laporan media lokal India, belum ada informasi tambahan terkait korban jiwa di darat selain lima mahasiswa tersebut. Tetapi jumlah korban di darat dimungkinkan masih bisa bertambah karena investigasi dan laporan terus berlangsung.
Pihak Air India sendiri telah mengonfirmasi bahwa 241 dari 242 orang di dalam pesawat tewas, dan maskapai ini menyatakan duka mendalam atas “kecelakaan tragis” tersebut.
Dijelaskan, d antara korban tewas terdapat 169 warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada, termasuk mantan Ketua Menteri Gujarat, Vijay Rupani.
Pemerintah India telah mengerahkan enam tim dari Pasukan Respons Bencana Nasional (NDRF) dan dua tim dari Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) untuk melakukan operasi penyelamatan dan pemulihan di lokasi kejadian.
Pemerintah India pun menutup sementara Bandara Ahmedabad, sehingga menyebabkan penerbangan seperti IndiGo dari Kolkata kembali ke bandara asal.
Dikutip The Hindu, Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan tiba di Ahmedabad pada Jumat pagi untuk meninjau situasi, setelah berbicara dengan Menteri Penerbangan Sipil Ram Mohan Naidu dan Amit Shah untuk memantau perkembangan.
Pihak Boeing selaku produsen pesawat, menyampaikan belasungkawa dan menyatakan akan mendukung penyelidikan yang dipimpin oleh Biro Penyelidikan Kecelakaan Pesawat India (AAIB) sesuai dengan protokol Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Annex 13.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) juga mengirim tim penyelidik untuk membantu penyelidikan, sementara Inggris membentuk tim krisis di Delhi dan London untuk mendukung keluarga korban, terutama warga Inggris.
Para pemimpin dunia, termasuk Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, menyampaikan duka cita atas tragedi ini, menyebutnya sebagai peristiwa yang “mengguncang” dan “menghancurkan.” (Irfandy*)






