Pemprov Jateng Tahun ini Genjot Infrastruktur Dilanjut Swasembada Pangan pada 2026

Gubernur Ahmad Luthfi : Bangun Jateng ora ngawur karepe dewe

BeritaWonogiri.com (SEMARANG) – Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Tahun 2025 ini Pemprov Jateng optimis bisa menggenjot pembangunan infrastruktur dan dilanjut swasembada pangan di 2026 nanti.

Lutfi mengatakan, dalam program membangun wilayah ke depan perlu pelibatan banyak pihak. Tidak bisa sembarangan.

Pemprov Jateng pun menggandeng perguruan tinggi, kementerian, legislatif, media, pengusaha, pemerintah daerah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.

“Bangun Jateng ora ngawur karepe dewe.” Ujar Luthfi saat silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat malam, 9 Mei 2025.

Dalam kegiatan yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Ahmad Luthfi mengatakan telah mengumpulkan 44 rektor se-Jateng untuk bekerja sama.

Ditambahkan, sebelum resmi dilantik Gubernur pada 20 Februari 2025, Luthfi mengaku sudah sering bersilaturahmi di kementerian-kementerian.

Hingga kini, pihaknya telah memaparkan program tematik Pemprov Jateng dalam lima tahun ke depan di 20 kementerian.

“Kementerian kami tarik ke Jateng. Kolaborasi bupati/wali kota dan pemerintah desa. Kita sampaikan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) ke nasional dan daerah,” kata dia.

Pihaknya juga membuat Forum Senayan Ngopeni Nglakoni bersama para legislatif asal Jateng untuk membantu menuangkan pikiran guna realisasi program-program ke depan.

Dan yang terbaru ini, Ahmad Luthfi telah memberikan arahan kepada 8.563 kepala desa dan lurah se-Jateng untuk tujuan yang sama. Kegiatan melibatkan partisipatif media, wirausaha, dan lainnya.

“Kita tarik untuk eksplorasi pembangunan. Kerja kami dan Gus Yasin (Taj Yasin), harus together we can. Itu kita lakukan, agar pusarnya Pulau Jawa ini lebih maju dari lainnya,” kata Luthfi.

Ketua Forum MWA Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) periode 2025-2026, Mohamad Nasir, menerangkan, kampus punya potensi untuk diajak bekerja sama, khususnya pada bidang industri.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Suharnomo, menambahkan, baru kali ini kampus dilibatkan langsung dalam program pemerintah ke depan.

“Undip terlibat program desalinasi, stunting. Kami laksanakan sebaik-baiknya,” kata Prof Suharnomo.

Pada bidang pendidikan, Suharnomo mengaku bersama Mohamad Nasir, berkunjung ke sejumlah kota di China melihat universitas di sana.

Di sana, kata dia, banyak melihat universitas yang menghadirkan masa depan pada hari ini.

“Saya terkejut pendidikan di sana sangat maju. Ini perlu ditiru, ini membuka kita untuk bekerja lebih bagus,” katanya. (Irfandy*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *