BeritaWonogiri.com [PRACIMANTORO] – Gelombang penolakan terhadap rencana pendirian pabrik dan tambang semen di Pracimantoro terus bermunculan. Pada Minggu, 22 Juni 2025, giliran pemuda dan petani Dusun Nujo, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri menyatakan sikap penolakan.
Deklarasi berlangsung di Balaidusun Nujo, memperkuat dukungan terhadap gerakan warga yang menolak kehadiran industri semen di kawasan karst Pracimantoro. Nujo menjadi dusun berikutnya yang bergabung dalam barisan penolak, setelah sebelumnya Desa Jimbar menyampaikan deklarasi penolakan serupa pada 7 Juni 2025.
Dalam pernyataannya, perwakilan warga Dusun Nujo menegaskan bahwa pendirian pabrik dan tambang semen berpotensi merusak lingkungan, mengganggu kualitas udara dan air, dan mengancam kelangsungan hidup para petani di sekitarnya.
“Kami juga mendukung Dusun Suruhan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, untuk mempertahankan lahan pertanian dan permukimannya demi kelangsungan hidup para petani dan anak cucu kami,” tegas Diki Apriyanto, salah satu warga dalam pembacaan deklarasi.
Selain menyuarakan penolakan, warga Nujo juga menyerukan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan suara masyarakat. Mereka menuntut agar rencana eksploitasi kawasan karst dihentikan dan dialihkan pada upaya pelestarian serta pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Sebagai wilayah yang berada dalam radius kurang dari tiga kilometer dari lokasi yang direncanakan untuk pembangunan pabrik dan pertambangan, warga Dusun Nujo menilai bahwa suara mereka layak diperhitungkan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Dengan bertambahnya dukungan dari dusun-dusun di sekitar wilayah terdampak, perlawanan warga terhadap proyek semen di Pracimantoro menunjukkan semakin kuatnya solidaritas masyarakat akar rumput. (Triantotus/*)






