Desamorfosis: Transformasi Desa Wisata Klaten Jadi Magnet Baru Pariwisata Jawa Tengah

Festival dua hari di Taman Nyi Ageng Rakit tampilkan potensi 39 desa wisata Klaten, sarat budaya, spiritual, dan kearifan lokal.

Beritawonogiri.com [KLATEN] – Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia 2025, Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar Festival Desa Wisata dengan tema “Desamorfosis” di Taman Nyi Ageng Rakit, Jumat-Sabtu (27-28/09/2025). Tema ini bermakna transformasi desa menuju kemandirian dan daya saing melalui pariwisata berbasis kearifan lokal.

Festival tersebut menghadirkan nuansa budaya sekaligus spiritual. Pada malam puncak, Sabtu (27/09), tokoh kharismatik KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) memberikan tausiyah kebangsaan dan melantunkan tembang macapat yang sarat filosofi Jawa. “Pariwisata bukan hanya soal hiburan, tetapi juga jalan menjaga budaya dan memperkuat nilai spiritual bangsa,” ujar Gus Muwafiq dalam tausiyahnya.

Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh Ki Wisnu Aji Hardani yang melantunkan doa lewat lagu “Sang Guru Sejati”. Penampilan memukau juga datang dari Shakila Alifiana Dewi Utari, juara 1 Macapat FTBI Jawa Tengah, yang menyanyikan tembang Dhandhanggula.

Festival ini diikuti 39 stand desa wisata se-Kabupaten Klaten, masing-masing menampilkan potensi unggulan desa. Mulai dari kesenian tradisional, kuliner khas, kerajinan UMKM, hingga paket wisata edukatif. Kehadiran masyarakat cukup antusias, terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area Taman Nyi Ageng Rakit.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini adalah langkah nyata dalam membangkitkan pariwisata berbasis desa. “Alhamdulillah pariwisata Klaten terus bergeliat, tahun 2024 total kunjungan mencapai 6,6 juta jiwa. Karena Klaten ini didominasi desa, maka desa harus dimajukan. Desamorfosis adalah wujud transformasi desa agar semakin dikenal Indonesia,” ujar Hamenang, Sabtu (27/09).

Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Klaten, Pj Sekda, Kepala OPD, perwakilan Badan Otorita Borobudur, penggiat desa wisata, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran tokoh-tokoh ini memperkuat dukungan sinergi pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata dalam memajukan desa wisata.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga media silaturahmi dan edukasi bagi masyarakat. Dengan semangat “Desamorfosis”, diharapkan desa wisata di Klaten mampu terus berkembang, mandiri, dan berdaya saing, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi daerah.(*)

Komentar