Beritawonogiri.com [SURAKARTA] – Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Pakubuwono XIII (PB XIII), mangkat pada Minggu (2/11/2025) setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar 100 hari di RS Indriati, Grogol, Sukoharjo. Kabar kepergian PB XIII mengundang duka mendalam di lingkungan Keraton Surakarta dan masyarakat Jawa Tengah, mengingat kiprah beliau sebagai pemimpin adat dan budaya Jawa.
Kerabat Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengonfirmasi PB XIII sempat keluar masuk rumah sakit selama tiga bulan terakhir hingga akhirnya berpulang pada pagi hari. “Nggih, memang hari ini kita berduka. Sudah positif tadi pagi. Beliau (PB XIII) meninggal di Rumah Sakit Indriati. Sekarang proses mengundurkan (pemulangan jenazah) beliau dari Rumah Sakit ke Keraton,” tutur Eddy saat dihubungi Minggu (2/11).
Menurut penjelasan Eddy, kondisi kesehatan PB XIII menurun akibat komplikasi, termasuk gula darah tinggi dan faktor usia lanjut. “Ya, informasinya sudah didapat 100 hari dirawat di rumah sakit. Iya, cukup lama. Sampai meninggal dunia,” jelasnya. “Ya, sudah sepuh juga toh,” tambah Eddy singkat dengan nada haru.
Kabar duka pertama kali tersiar dari tokoh masyarakat Solo, Sumartono Hadinoto, melalui grup WhatsApp PMI yang juga diikuti para wartawan, sekitar pukul 07.29 WIB. Pesan singkat “Berita duka Sinuhun seda” langsung menyebar dan memicu rasa kehilangan mendalam di berbagai kalangan.
Kerabat Keraton lainnya, KP Bambang Pradoto Nagoro, juga membenarkan kabar wafatnya PB XIII. “SISKS PAKU BUWONO XIII baru saja wafat di RS,” sebut Bambang dalam pesan WhatsApp. Bambang melanjutkan bahwa jenazah PB XIII masih berada di rumah sakit untuk persiapan pemulangan ke Keraton Surakarta Hadiningrat. “Jenazah masih dr RS untuk persiapan di bawa Keraton,” ujarnya, dikutip dari laman berita rri.co.id.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman dan upacara penghormatan terakhir terhadap PB XIII belum dapat dipastikan. Pihak keraton meminta masyarakat untuk menunggu informasi lanjutan seputar prosesi adat dan penghormatan kepada almarhum. “Nanti langsung ke Keraton saja ya,” kata Bambang singkat.
Kabar berpulangnya PB XIII segera beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp wartawan maupun masyarakat umum. Banyak yang mengungkapkan duka dengan membuat story WhatsApp serta ucapan belasungkawa atas meninggalnya raja Surakarta, menandakan kedekatan dan rasa hormat publik terhadap sosok PB XIII. (*)






