Beritawonogiri.com [SUKOHARJO] – Pengajian rutin Ahad Pon yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bulu dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bulu berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Minggu, 2 November 2025, di Masjid Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tijaratul Qur’an (MAMTQ), Desa Puron, Sukoharjo. Acara ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah, memperdalam spiritualitas, sekaligus menebar kepedulian sosial bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah, serta masyarakat. Antusiasme jamaah sudah tampak sejak awal, ditandai dengan ketertiban dan kekhusyukan saat mengikuti seluruh rangkaian acara pengajian.

Pada kesempatan tersebut, tampil sebagai penceramah adalah Ustaz Sarijo, S.Ag., M.M., dengan tema “Carane Ngudari Perkoro Urip” (Cara Menyelesaikan Masalah Hidup). Ia menekankan pentingnya sabar, ikhtiar, dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. “Masalah hidup itu bagian dari ujian. Kuncinya adalah bersabar, berdoa, dan terus berusaha di jalan yang benar. Insyaallah, setiap persoalan akan ada jalan keluarnya,” pesan Ustaz Sarijo dalam tausiyahnya yang mendapat respons positif dari jamaah.
Ketua PCM Bulu, Joko Waluyo, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi partisipasi serta kerja sama seluruh pihak dalam mendukung keberlanjutan pengajian Ahad Pon. “Kami bersyukur pengajian Ahad Pon bisa terus berjalan dengan baik dan mendapat sambutan hangat dari warga. Semoga kegiatan ini menambah keimanan, kebersamaan, dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkap Joko Waluyo.
Berbeda dari pengajian biasanya, pada kesempatan kali ini juga diadakan pembagian 100 paket sayuran gratis hasil kolaborasi Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Daerah Sukoharjo dan Lazismu Sukoharjo. Sayuran diperoleh dari pedagang terdampak kebakaran Pasar Wonogiri, sehingga kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata membantu para pelaku UMKM yang sedang mengalami kesulitan.
Lazismu Sukoharjo juga menyalurkan 50 paket sembako untuk dhuafa yang diserahkan langsung oleh Muslih Nur Wahid. Menurutnya, pengajian Ahad Pon bukan sekadar majelis ilmu, tetapi juga wadah menyalurkan amal sosial. “Alhamdulillah, kegiatan ini bukan hanya memberi pencerahan rohani, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi jamaah dan masyarakat sekitar,” terang Muslih Nur Wahid.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dakwah dan aksi sosial di lingkungan PCM-PCA Bulu, memperteguh keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama sesuai semangat ajaran Islam.(*)







Komentar