BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Ribuan perempuan memadati area Pondok Pesantren Baitul Izza, Jatipurno, guna mengikuti agenda besar dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan bertajuk Kajian Keputrian Wonogiri dengan tema “Cintai Diri dengan Ilmu dan Adab Mulia” ini sukses digelar pada Minggu (19/4/2026) pagi.
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini menghadirkan dua narasumber kompeten, Dyah Puspitarini dan Miftahulati. Keduanya merupakan pendidik sekaligus pengasuh dari Pondok Pesantren Gading Mangu, Perak, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Yayasan Baitul Izza, H. Kardi Zicko, mengapresiasi kehadiran peserta yang melimpah. Ia menyatakan bahwa kajian ini menjadi wadah krusial untuk membangun kualitas perempuan melalui penguatan ilmu dan akhlak. “Kami berharap kegiatan ini melahirkan perempuan cerdas yang berakhlak mulia serta bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Meneladani Semangat Kartini Melalui Ilmu dan Adab
Para pemateri menekankan bahwa semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini harus dibarengi dengan keseimbangan adab. Dyah Puspitarini menyoroti fenomena kesenjangan antara kecerdasan akademis dan kesantunan perilaku yang kerap terjadi saat ini.
Dalam sesi inti, Miftahulati mengulas tuntas mengenai kewajiban menuntut ilmu bagi setiap perempuan. Sementara itu, Dyah Puspitarini fokus membahas adab terhadap orang tua, suami, hingga sesama manusia dengan merujuk pada keteladanan Siti Aisyah RA.
“Banyak yang pintar secara akademis tetapi miskin adab, atau sebaliknya. Melalui Kajian Keputrian Wonogiri ini, kita ingin perempuan memiliki keduanya secara seimbang,” tegas Dyah di hadapan ribuan jamaah.
Antusiasme Ribuan Peserta dan Sesi Interaktif
Kegiatan berlangsung sangat dinamis. Panitia mencatat antusiasme tinggi saat sesi tanya jawab, mulai dari topik manajemen waktu antara karier dan rumah tangga hingga strategi membentengi diri dari pergaulan bebas. Beberapa peserta bahkan terlihat terharu saat menyimak kisah-kisah inspiratif sahabat perempuan Nabi.
Evhi (37), salah satu peserta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru. Ia merasakan dampak nyata di lingkungannya pasca mengikuti agenda rutin bulanan ini, seperti meningkatnya minat mengaji dan berkurangnya kebiasaan menggunjing.
Langkah Selanjutnya: Program Mentoring Halaqah
Melihat kesuksesan ini, Yayasan Baitul Izza berencana mengembangkan program ke tingkat yang lebih mendalam. Panitia tengah menyusun pembentukan kelompok mentoring kecil atau halaqah serta penyusunan modul kajian tematik.
Upaya berkelanjutan ini bertujuan agar pemahaman peserta tidak berhenti pada seremoni semata. Dengan semangat Kartini, Kajian Keputrian Wonogiri di Baitul Izza diharapkan terus menjadi motor penggerak lahirnya generasi perempuan yang kontributif bagi keluarga dan negara. (Tarmin)






