Borobudur Jadi Pusat Aglomerasi Wisata Jateng, Begini Rencana Besar Ahmad Luthfi

Mengintegrasikan Kopeng dan Rawa Pening

BeritaWonogiri.com [MAGELANG] – Kawasan wisata di Jawa Tengah bersiap melakukan lompatan besar untuk bersaing di kancah global. Melalui konsep aglomerasi wisata Jateng, tiga destinasi unggulan yakni Candi Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening akan diintegrasikan dalam satu pengelolaan terpadu guna memperkuat daya tarik sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan secara masif.

Gagasan strategis tersebut mengemuka saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan peninjauan langsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (21/4/2026). Penataan yang saling terhubung ini diharapkan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama (length of stay), sehingga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi para pelaku usaha lokal di sekitarnya.

Borobudur Sebagai Magnet Utama Budaya Dunia

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Candi Borobudur bukan sekadar destinasi rekreasi biasa, melainkan warisan budaya dunia yang memiliki nilai filosofis mendalam. Sebagai situs yang telah diakui UNESCO, Borobudur menjadi pusat interaksi budaya, sejarah, hingga aktivitas keagamaan internasional.

“Borobudur adalah kebanggaan bangsa. Kita harus nguri-uri (melestarikan) budaya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi di sela peninjauannya terhadap perawatan relief candi.

Ia menilai potensi Borobudur sangat komplet, mulai dari aspek arkeologi hingga magnet wisata global. Kehadiran ribuan umat Buddha setiap perayaan Waisak, hingga gelaran world-class event seperti Borobudur Marathon, menjadi bukti nyata bahwa kawasan ini adalah denyut nadi penting bagi pariwisata Indonesia.

Mengintegrasikan Kopeng dan Rawa Pening

Guna memperluas dampak ekonomi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mematangkan konsep aglomerasi yang menghubungkan Borobudur dengan wilayah penyangga. Dalam skema ini, Borobudur akan berperan sebagai pusat (hub) yang terintegrasi langsung dengan keindahan alam Kopeng dan pesona Rawa Pening.

Pemerintah pusat sendiri telah merampungkan penataan di kawasan inti Borobudur. Kini, giliran Pemerintah Provinsi yang memperkuat wilayah penyangga agar integrasi antar-destinasi berjalan mulus.

“Aglomerasi wisata ini akan kita kembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kita ingin wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu titik, tapi juga menikmati destinasi pendukung di sekitarnya,” tambah Luthfi.

Pematangan Konsep dan Sinergi Kementerian

Saat ini, konsep integrasi tersebut sedang dalam tahap pematangan intensif dan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan sinergi ini tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga memperkokoh fondasi ekonomi masyarakat di koridor Magelang, Semarang, hingga Salatiga.

Dengan narasi pengembangan berkelanjutan, kawasan wisata Jawa Tengah diharapkan tidak hanya dikenal karena kemegahannya, tetapi juga karena kemampuannya memberikan dampak sosial-ekonomi yang merata bagi warga lokal. (*)

Komentar