Kesbangpol Wonosobo Dorong Peran Organisasi Masyarakat dalam Demokrasi Sehat Jelang Pilkades 2026

Ratusan Warga Ikuti Pendidikan Politik, Demokrasi Santun Jadi Sorotan Utama

BeritaWonogiri.com [WONOSOBO] – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat dengan tema “Meningkatkan Peran dan Partisipasi Organisasi Masyarakat dalam Demokrasi” di Gedung Olah Raga Dusun Bangon, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat sekaligus memperkuat peran organisasi masyarakat (ormas) dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat, santun, dan beretika.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Kabupaten Wonosobo Drs. Agus Kristiono, M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo dari Partai Perindo Bayu Adjie Nugraha, Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah periode 2013–2018 Drs. Joko Purnomo, serta Ketua Forum Demokrasi Kabupaten Wonosobo Saiful Haris, S.S., M.Pd.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat saat pembacaan Teks Proklamasi oleh Kepala Kesbangpol Wonosobo yang kemudian ditirukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol penguatan semangat kebangsaan, persatuan, dan tanggung jawab warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Dalam pemaparannya, Kepala Kesbangpol Wonosobo Agus Kristiono menegaskan bahwa pendidikan politik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Menurutnya, rendahnya pemahaman politik dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari konflik horizontal hingga penyebaran disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

“Pendidikan politik penting untuk meningkatkan kesadaran partisipasi masyarakat. Kurangnya pemahaman politik dapat memicu konflik dan disinformasi. Karena itu diperlukan upaya bersama untuk menjaga kondusivitas sosial dan demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa organisasi masyarakat memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun budaya demokrasi yang konstruktif. Melalui edukasi politik yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan daerah.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Bayu Adjie Nugraha menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memperkuat ruang partisipasi masyarakat, khususnya melalui organisasi kemasyarakatan.

Menurut Bayu, kegiatan pendidikan politik menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk hadir secara langsung dalam rangka penguatan partisipasi organisasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam ruang-ruang politik.

“Pentingnya berorganisasi harus terus ditanamkan kepada masyarakat. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama dalam ruang-ruang politik. Demokrasi memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi bagi daerah,” kata Bayu.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Leksono, Watumalang, dan Sukoharjo itu juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Selama dua periode saya tetap ingin selalu dekat dengan lingkungan masyarakat dalam nuansa kerukunan, santun, dan berdemokrasi secara sehat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga menyinggung agenda strategis daerah berupa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Wonosobo yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Saat ini, pembahasan regulasi melalui Panitia Khusus (Pansus) DPRD masih berjalan guna mempersiapkan landasan hukum pelaksanaan pilkades.

Ia berharap masyarakat dapat menyambut pesta demokrasi tingkat desa tersebut dengan kedewasaan politik dan semangat persatuan.

“Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi kerukunan harus tetap menjadi yang utama. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang cukup tentang demokrasi sehingga dapat menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketua Forum Demokrasi Kabupaten Wonosobo Saiful Haris turut mengajak peserta untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi dengan tetap menjunjung nilai toleransi dan kebersamaan. Menurutnya, demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara negara, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah periode 2013–2018, Drs. Joko Purnomo, menyampaikan materi bertajuk “Mewujudkan Politik Santun, Cerdas, dan Beretika”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan mengedepankan etika, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, serta komitmen menjaga persatuan bangsa.

Menurutnya, masyarakat yang cerdas secara politik akan mampu menyaring informasi, menghindari provokasi, dan berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi tanpa mengorbankan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui kegiatan pendidikan politik ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap lahir masyarakat yang semakin sadar politik, aktif berorganisasi, serta mampu menjadi bagian dari penguatan demokrasi yang sehat dan berkualitas. Harapan tersebut menjadi semakin penting menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 yang akan menjadi salah satu momentum demokrasi terbesar di tingkat desa di Kabupaten Wonosobo. (TW)

Komentar