BeritaWonogiri.com [PATI] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat konektivitas kawasan pariwisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui dukungan infrastruktur pusat. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi keterbatasan kemampuan keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan. Pemprov mengandalkan program Inpres Jalan Daerah (IJD) guna membantu pembangunan serta pemeliharaan jaringan jalan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara peresmian IJD Tahun Anggaran 2025 secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa, 23 Juni 2026. Peresmian infrastruktur jalan sepanjang 1.151 kilometer tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Sampang, Jawa Timur.
Menurut Ahmad Luthfi, kehadiran program stimulus dari pemerintah pusat menjadi instrumen krusial bagi kelangsungan pembangunan di daerah. Pasalnya, kemampuan fiskal Pemprov Jateng untuk sektor infrastruktur jalan mengalami penyusutan tajam pada tahun ini.
“Anggaran kita pada 2025 mencapai Rp870 miliar untuk jalan, namun pada tahun 2026 ini tinggal Rp300 miliar. Nilai ini sangat kecil sekali di tengah keterbatasan fiskal yang ada,” ujar Luthfi.
Berdasarkan data teknis, realisasi IJD Tahun Anggaran 2025 di Jawa Tengah sendiri mencakup 30 paket pekerjaan penanganan jalan daerah. Total panjang penanganan mencapai 132,62 kilometer dengan serapan nilai anggaran sebesar Rp493,284 miliar yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Kabupaten Blora tercatat memperoleh alokasi porsi terbesar, yakni penanganan jalan sepanjang 20,81 kilometer dengan nilai kontrak Rp93,21 miIiar.
Melihat besarnya dampak positif yang dirasakan masyarakat, Pemprov Jawa Tengah bergerak cepat dengan melayangkan usulan paket IJD berikutnya. Pemprov mengajukan usulan penanganan jalan sepanjang 36,30 kilometer dan pembangunan jembatan sepanjang 249,70 meter yang diproyeksikan untuk pelaksanaan konstruksi pada tahun anggaran 2027.
Luthfi menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan infrastruktur ke depan akan digeser untuk mendukung sektor produktif. “Prioritas kami adalah jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, dan pusat potensi ekonomi baru,” tegasnya.
Meski mengandalkan bantuan pusat, Pemprov Jateng tetap melakukan pembenahan internal. Luthfi menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi pada tahun 2026 ini mampu kembali menyentuh angka 94 persen, setelah sebelumnya sempat menurun akibat dampak musim hujan panjang sepanjang tahun 2025 lalu.
Dampak nyata program ini diakui langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman. Ia menyebut IJD sukses membuka keterisolasian wilayah perbatasan antarkecamatan di Blora. Perbaikan tersebut terbukti meningkatkan aktivitas ekonomi warga, bahkan ikut menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa konektivitas jalan yang baik di 37 provinsi akan memotong biaya distribusi logistik dari desa ke pasar. Presiden menyatakan tidak boleh ada wilayah yang tertinggal hanya karena kendala akses transportasi. (*)







Komentar