Kupas Pesan Umar bin Khattab, Kajian Rabu Sore Masjid Al-Falah Sukoharjo Ingatkan Pentingnya Introspeksi

Menghindari Kebangkrutan Akhirat yang Merugikan

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Ratusan jamaah memadati ruang utama masjid guna memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan. Program rutin Kajian Masjid Al-Falah yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 sore di Sukoharjo menjadi sarana penting untuk memperbaiki akhlak sekaligus meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Selain menjadi wadah peningkatan spiritual demi meraih ketenangan jiwa, kegiatan berkala ini juga sukses menjadi sarana efektif dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam kesempatan tersebut, pembicara utama Ustadz Drs. H. Suroto mengupas tuntas tema sentral mengenai pentingnya introspeksi diri sejak dini. Tema tersebut diangkat sebagai panggilan nyata untuk melakukan muhasabah menyeluruh sebelum hari pembalasan tiba.

“Hisablah diri kalian sebelum diri kalian dihisab. Kalimat ini mengacu pada pesan mendalam dari sahabat nabi, Umar bin Khattab, yang mengajak umat Islam mengevaluasi amal ibadah dan dosa selama hidup di dunia,” papar Ustadz Suroto di hadapan jamaah.

Ustadz Suroto menjelaskan bahwa perintah introspeksi ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam Islam. Kalimat dari Umar bin Khattab berbunyi, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (kelak di akhirat), dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang.” Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, yang memerintahkan setiap mukmin memperhatikan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok atau akhirat.

Guna memudahkan jamaah, sang ustadz membagikan tiga konsep praktis penerapan muhasabah dalam kehidupan sehari-hari:

  • Evaluasi Harian: Menyediakan waktu khusus sebelum tidur untuk merenungkan kembali perbuatan mata, lisan, dan hati sepanjang hari.

  • Keseimbangan Amal: Menilai secara jujur apakah porsi amal kebaikan harian sudah lebih banyak daripada perbuatan dosa atau sebaliknya.

  • Perbaikan Diri: Segera bertaubat dan memohon ampunan jika menemukan keburukan, serta bersyukur dan meningkatkan kualitas jika menemukan kebaikan.

Lebih lanjut, Ustadz Suroto menguraikan sejumlah hikmah utama bagi muslim yang terbiasa mengevaluasi diri sendiri. Orang yang konsisten bermuhasabah cenderung lebih berhati-hati dalam bertindak, bertutur kata, serta selalu menyegerakan taubat sebelum ajal menjemput. Langkah ini dinilai efektif untuk meringankan beban hisab di akhirat kelak.

“Muhasabah berkala juga bermanfaat untuk menghindari kebangkrutan akhirat. Maksudnya adalah mencegah hilangnya pahala-pahala kebaikan kita akibat kelalaian atau kezaliman yang kita lakukan kepada sesama manusia di dunia,” urainya.

Sebagai penutup, ia mengutip materi dari Surat Al-Qasas ayat 77 sebagai pedoman hidup ideal. Ayat tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan urusan dunia dan tabungan akhirat. Jamaah diingatkan untuk menggunakan limpahan rezeki guna beramal saleh serta menjauhi segala bentuk sifat sombong. (Begug SW)

Komentar