BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Warga Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri berjubel di bawah pohon beringin dekat jembatan gantung, Minggu, 3 November 2024. Mereka membuat acara tasyakuran, atas jembatan gantung itu.
Sebuah tumpeng disiapkan. Tumpeng itu dipotong Ahmad Luthfi, Calon Gubernur Jateng nomor urut 2 dan diserahkan ke tokoh masyarakat. Setelah memotong tumpeng, Ahmad Luthfi didampingi mantan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Calon Bupati Wonogiri, H Tarso dan Cawabup Wonogiri, Imron Rizkyarno memotong pita penanda akses jembatan gantung difungsikan.
“Mana Pak Tarso, Pak Tarso ditengah sini,” ujar Ahmad Luthfi sebelum memotong pita.
Baca juga: Begini Pesan Untuk Pengelola Wisata Air Di Wonogiri
Jembatan itu menghubungkan dua dusun di Desa Sembukan, yakni Dusun Kenteng dan Dusun Bulak Pengkol. Keberadaan jembatan gantung mempersingkat jarak warga dan anak sekolah pergi ke SD atau kantor desa.
Sebelum ada jembatan warga memutar hingga 4 sampai 5 kilometer. Namun warga yang nekat, menyeberang sungai yang berkedalaman hingga lutut orang dewasa.

Salah seorang warga Sembukan, Karmin mengaku senang. Menurutnya, sebagian warga Dusun Bulak Pengkol memiliki lahan pekarangan di seberang Sungai Keduang.
Sedangkan, Kepala Desa (Kades) Sembukan, Suradi dan Sekretaris Desa Sembukan, Andri, mengatakan warga sudah mengimpikan belasan tahun. “Sudah lama, 10-an tahun lebih,” ucap Andri.
Suradi bercerita proses pengerjaan jembatan sangat cepat. “Pengajuan ke Vertical Rescue Indonesia [VRI] tidak bertahun-tahun, sangat cepat. Warga sampai tidak percaya saat material jembatan datang petang hari,” ujarnya.
Material jembatan seperti seling, papan kayu, pipa tiang jembatan, patok dan sebagai ditumpuk di sekitar lokasi. “Warga membantu sebisanya sedangkan pengerjaan semua ditangani dari pelaksana. Warga [Sembukan] berterima kasih atas dibangunnya jembatan gantung ini. Warga mudah mengakses, terlebih anak-anak sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan proyek jembatan gantung, Dadan, menjelaskan pembuatan jembatan membutuhkan waktu dua minggu. “Kerja siang malam agar jembatan terwujud dan bisa dirasakan masyarakat. Jembatan ini yang ke-203 dari ekspedisi 1.000 jembatan gantung Indonesia,” ujarnya.
Dia mengatakan dana dari donasi. Jembatan gantung di Dusun Bulak, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri membuka akses antar dusun di Desa Sembukan.
Yakni Dusun Kenteng dengan Dusun Bulak Pengkol. Keberadaan jembatan gantung memperpendek akses jalan di antara warga dua dusun yang terbelah Sungai Keduang.
Dadan mengingatkan kepada warga untuk ikut merawat dan menaati aturan. “Agar jembatan gantung awet dan tahan lama, maksimal tiga orang melintas di jembatan bergantian. Jika sepeda motor, hanya satu bergantian. Tolong saling mengingatkan anak, bapak, ibu semuanya njih, agar awet,” katanya. (Triantotus)






