ACSB Wonogiri Gelar Kunjungan Industri ke Produsen Jenang Praci Bu Endang

Kegiatan kolaborasi ACSB, DnA, dan KADIN Wonogiri dorong pemberdayaan UMKM lokal melalui observasi langsung dan pelatihan produksi makanan tradisional.

Beritawonogiri.com [PRACIMANTORO] – Semangat kolaborasi dan pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tergambar jelas dalam kegiatan kunjungan industri ke produsen Jenang Praci Bu Endang yang digelar Minggu (19/10/2025) pagi. Acara ini diinisiasi oleh ACSB Wonogiri yang berkolaborasi dengan DnA dan KADIN Wonogiri, dengan tujuan memperluas wawasan anggota serta memperkuat jejaring antar pelaku usaha lokal.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi bagian dari program kerja pengurus ACSB Wonogiri periode 2025–2027. Sebanyak 42 peserta mengikuti acara, terdiri dari anggota ACSB dan masyarakat umum yang tertarik mempelajari seluk-beluk produksi jenang serta pengembangan produk olahan pangan tradisional.

ACSB Wonogiri dan KADIN Dorong Penguatan UMKM Lewat Kunjungan ke Jenang Praci. (Foto: Sukesti N.)

Berlokasi di kawasan utara terminal lama Praci, tepat di depan SMK Pancasila 7 Praci, rombongan disambut hangat oleh Bu Endang, pemilik usaha Jenang Praci. Dalam kunjungan tersebut, para peserta tidak hanya menyaksikan langsung proses pembuatan jenang khas Wonogiri, tetapi juga mengikuti pelatihan pembuatan wingko babat, yang dipandu langsung oleh sang pemilik.

Sebagai pelaku UMKM berpengalaman, Bu Endang menjelaskan bahwa kapasitas produksi harian Jenang Praci mencapai 1 kwintal jenang dan 1 kwintal wingko babat. Produk-produk tersebut memiliki pasar yang kuat di Wonogiri, terutama untuk acara hajatan seperti pernikahan, khitanan, pengajian, hingga arisan. “Pasar lokal tetap menjadi kekuatan utama kami. Namun, kami berharap jangkauan pemasaran dapat meluas dengan dukungan digitalisasi UMKM,” ujarnya.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Wonogiri, Elysa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ACSB yang selalu aktif menjalankan program penguatan kapasitas anggota. “Kami bangga dengan ACSB yang konsisten mengadakan kegiatan produktif seperti ini. Kolaborasi dengan UMKM lokal semacam Jenang Praci menjadi langkah nyata untuk pertumbuhan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sarmidi menegaskan bahwa kolaborasi antara ACSB, DnA, dan KADIN Wonogiri merupakan bentuk sinergi positif yang patut dicontoh. “Kalau kita ingin maju dan sukses bersama, kita harus terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan di Wonogiri,” tegasnya di depan peserta. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda berkesinambungan yang mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung membuat wingko babat. Setiap peserta diberikan hasil karya mereka sendiri sebagai buah tangan, simbol pembelajaran dan kolaborasi. Suasana penuh antusiasme menyelimuti kegiatan yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar pelaku usaha di Wonogiri.

Dengan kunjungan industri ini, ACSB Wonogiri menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem UMKM yang adaptif, inovatif, dan saling memberdayakan. Langkah sederhana seperti belajar dari industri rumahan Jenang Praci membuktikan bahwa kekuatan ekonomi lokal tumbuh dari kolaborasi nyata di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *