BeritaWonogiri.com [SALATIGA] – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian kokoh menjadi fondasi utama penggerak ekonomi di Jawa Tengah. Guna memastikan pelaku usaha lokal naik kelas, pemerintah terus memperkuat ekosistem UMKM Jateng dari sektor hulu hingga hilir agar produk-produk unggulan daerah semakin tangguh dan mampu bersaing di pasar mancanegara.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi ini. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pembukaan UMKM Grande (Green, Kerakyatan, Digital & Export) 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (8/5/2026).
“Dekranasda bersama Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem UMKM Jateng agar mereka tidak hanya tumbuh di lokal, tapi benar-benar mendunia,” ungkap Nawal seusai meninjau stand pameran.
Inkubasi dan Akses Permodalan Masif
Nawal menjelaskan bahwa penguatan dimulai dari tahap hulu melalui program inkubasi dan pelatihan berkelanjutan. Setelah kualitas produk teruji, proses kurasi ketat dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) agar produk sesuai dengan standar pasar internasional.
Tak hanya teknis produksi, pemerintah juga memberikan sokongan dana besar melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tercatat, penyaluran KUR di Jawa Tengah periode 2015 hingga 2025 telah mencapai angka fantastis Rp361,36 triliun kepada 10,31 juta debitur.
“Kami adakan kurasi bersama BI, lalu kami berikan akses permodalan. Dukungan dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin sangat jelas, yakni memperluas pasar melalui digitalisasi dan memperbanyak temu bisnis,” imbuhnya.
Membawa Produk Lokal ke 18 Negara
Bukti ketangguhan UMKM lokal sudah terlihat dari keberhasilan Naruna Ceramic asal Salatiga yang kini mengekspor produknya ke 18 negara, serta tas kulit premium Roro Kenes Semarang yang menjadi incaran wisatawan dunia.
Dalam ajang UMKM Grande 2026 ini, sebanyak 90 UMKM terpilih difasilitasi untuk melakukan business matching langsung dengan para buyer dari dalam dan luar negeri. Event yang berlangsung hingga 11 Mei ini mengintegrasikan pameran produk, diskusi, hingga fashion show wastra unggulan.
Fokus pada Sektor Wastra dan Daya Saing
Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reinasari, menambahkan bahwa pihaknya sangat fokus mendorong sektor wastra seperti batik dan tenun. Keunikan motif dan kualitas bahan menjadi daya tarik utama bagi pembeli internasional.
Senada, Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, mengapresiasi kolaborasi apik di Jawa Tengah. Menurutnya, rangkaian acara yang komprehensif ini mampu menambah semangat dan daya saing pelaku usaha binaan agar lebih profesional menghadapi tantangan ekonomi global. (*)






