Dandim Wonogiri Ikut Peletakan Batu Pertama Koperasi Desa Merah Putih Nasional

Dandim Wonogiri hadiri peletakan batu pertama Koperasi Desa Merah Putih bersama Wakil Panglima TNI untuk memperkuat ekonomi berbasis desa.

Beritawonogiri.com [NGADIROJO] – Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, S.Pd., M.I.P. menghadiri serta mengikuti zoom meeting bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam program masif pengembangan koperasi desa yang menargetkan pembangunan 80.000 gerai berikut fasilitas pergudangan dan sarana pendukung di seluruh Indonesia.

Mengusung semangat “Bangun Koperasi Desa Indonesia Jaya”, acara tersebut berlangsung serentak secara nasional dan menandai komitmen pemerintah bersama TNI untuk memperkuat perekonomian berbasis desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak revitalisasi ekonomi rakyat kecil di tingkat akar rumput, sejalan dengan visi pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono saat peletakan batu pertama Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gedong, Wonogiri. (Foto: pendim 0728/wng)

Di Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono secara langsung melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan KDKMP yang berlokasi di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, pada Jumat (17/10/2025). Turut hadir Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, S.H., dan Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap terbentuknya jaringan koperasi nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim menegaskan bahwa pembangunan KDKMP bukan semata proyek fisik, tetapi fondasi bagi lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat desa. “Koperasi ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi wadah pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, TNI, dan warga menjadi kunci agar koperasi ini dapat berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi produktif.

Edi Ristriyono juga menyoroti pentingnya profesionalisme pengelolaan koperasi agar dapat bersaing di era modern. Melalui pembinaan berjenjang dan sistem manajemen yang transparan, KDKMP diharapkan menjadi model sukses pemberdayaan ekonomi desa yang bisa direplikasi di daerah lain.

Selain terkait aspek ekonomi, Dandim juga menekankan pentingnya sinergi sosial dan rasa memiliki di antara warga. Ia mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan sehingga koperasi benar-benar lahir dari semangat gotong royong dan kebersamaan.

“Harapan kami, dengan pembangunan KDKMP ini, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat dapat meningkat secara nyata,” pungkasnya. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya pada sektor keamanan, tetapi juga pada penguatan pondasi ekonomi kerakyatan yang berdikari.(*)

Komentar