Akses Vital Dipulihkan, TNI Kodim Wonogiri Bantu Warga Dlepih

Personel TNI Kodim 0728/Wonogiri bersama warga dan instansi terkait bergotong royong memperbaiki pondasi Jembatan Kedung Sreni di Desa Dlepih yang rusak akibat longsor.

BeritaWonogiri.com [TIRTOMOYO] – Pasca terjadinya bencana longsor yang merusak infrastruktur, semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Wonogiri. Pada Senin, 29 Desember 2025, personel TNI Kodim 0728/Wonogiri bersama warga setempat dan instansi terkait bergotong royong membangun kembali pondasi Jembatan Kedung Sreni yang rusak di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo.

Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antar-desa yang mengalami kerusakan akibat dampak curah hujan tinggi. Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur pondasi dan tebing di sekitar jembatan untuk menjamin keamanan pengguna.

Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menegaskan bahwa aksi perbaikan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat. “Ini merupakan upaya memperbaiki kembali akses vital penghubung antar desa yang sebelumnya longsor akibat hujan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan betapa krusialnya fungsi jembatan tersebut. “Apalagi jembatan ini menjadi satu-satunya akses utama warga untuk beraktivitas, termasuk anak-anak menuju ke sekolah serta masyarakat yang mengangkut hasil kebun,” tambahnya.

Proses perbaikan tidak hanya melibatkan TNI, tetapi juga menjadi contoh konkret sinergi lintas instansi. Personel Kepolisian (Polri) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut serta dalam aksi gotong royong tersebut, menunjukkan kolaborasi solid untuk kepentingan publik.

“Ini merupakan komitmen dari TNI AD untuk terus hadir membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan, sekaligus kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Wonogiri,” tegas Letkol Inf Rodricho.

Perbaikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan jangka panjang. Fokus pekerjaan diarahkan pada penanganan tebing di sekitar jembatan yang rentan longsor kembali. Hal ini untuk mencegah terulangnya kerusakan dan memastikan akses yang aman bagi seluruh warga, khususnya anak sekolah dan para petani yang lalu-lalang setiap hari.

Aksi gotong royong ini tidak hanya memulihkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan antara unsur pemerintah (TNI/Polri), instansi penanggulangan bencana, dan masyarakat. Kehadiran TNI langsung di lokasi kesulitan warga menjadi bukti nyata implementasi dari peran TNI sebagai tentara rakyat.

Dengan dipulihkannya Jembatan Kedung Sreni, aktivitas ekonomi dan sosial warga Desa Dlepih dan sekitarnya diharapkan dapat kembali berjalan normal. Langkah responsif dan kolaboratif ini menjadi model penanganan pasca-bencana yang efektif, mengedepankan semangat kebersamaan untuk menyelesaikan masalah di tingkat akar rumput.(*)

Komentar