BeritaWonogiri.com [KISMANTORO] – Anggota Koramil 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri menunjukkan respons cepat dalam menangani kejadian pohon tumbang yang menutup akses jalan antarprovinsi Wonogiri–Pacitan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Miri, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu (10/1/2026), akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Personel Koramil yang tengah melaksanakan piket, Pelda Hadi, bersama anggota Polsek Kismantoro dan warga setempat, langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Jalur yang tertutup tersebut merupakan akses strategis penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur, khususnya antara Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani.
“Pohon tumbang menutup badan jalan akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Desa Gedawung,” ujar Pelda Hadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius karena jalur tersebut cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada akhir pekan.
Kronologi kejadian bermula ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kismantoro sejak siang hari. Sekitar sore menjelang petang, angin kencang bertiup cukup kuat dan menyebabkan sebuah pohon berukuran besar di tepi jalan roboh dan melintang menutup seluruh badan jalan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada aparat setempat.
Mendapat laporan itu, Pelda Hadi yang tengah melaksanakan piket langsung mengoordinasikan personel Koramil, berkoordinasi dengan pihak Polsek Kismantoro, serta mengajak warga sekitar untuk melakukan evakuasi secara gotong royong. Dengan menggunakan alat seadanya seperti gergaji manual, parang, dan tambang, mereka memotong dan menyingkirkan batang serta dahan pohon agar jalan bisa segera dilalui kembali.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik antara TNI, Polri, dan masyarakat, proses evakuasi berjalan lancar dan arus lalu lintas bisa kembali normal,” kata Pelda Hadi.
Aksi cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah seorang warga Dusun Miri, Sutarno (45), mengaku bersyukur karena aparat langsung turun tangan tanpa menunggu lama. “Kalau tidak segera dibersihkan, pasti akan mengganggu warga yang mau ke Pacitan atau ke Wonogiri. Kami merasa terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI dan Polri,” ujarnya.
Selain melakukan evakuasi, aparat juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang berpotensi disertai angin kencang. Pelda Hadi mengingatkan warga yang tinggal di sekitar pohon besar atau wilayah rawan bencana agar lebih waspada dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda bahaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, seperti pohon tumbang, tanah longsor, maupun banjir, terutama saat cuaca ekstrem. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas publik. Jalur Wonogiri–Pacitan sendiri dikenal sebagai salah satu akses vital antarwilayah yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi masyarakat di perbatasan dua provinsi.
Dengan cepatnya penanganan di lapangan, gangguan lalu lintas dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Ke depan, koordinasi lintas sektor seperti ini diharapkan terus terjaga, khususnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang cenderung meningkat pada musim penghujan.(*)







Komentar