Anggota TNI Jangan Terpancing Situasi Politik Terkini, Tetap Netral Dan Bijak Berkomen Di Medsos

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI, Deddy Suryadi, SIP, MSi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1445 H, bagi segenap prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Kodam IV/Diponegoro yang beragama Islam, semoga ibadah yang dilaksanakan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Hal tersebut, disampaikan dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, SPd, MIP saat memimpin upacara bendera tanggal 17 Maret 2024. Kegiatan diikuti seluruh perwira, bintara, tamtama serta pegawai negeri sipil di Halaman Makodim 0728/Wonogiri, Senin, 18 Maret 2024.

Lebih lanjut dalam amanat tersebut disampaikan, mencermati perkembangan kondisi cuaca akhir-akhir ini serta prediksi dari BMKG bahwa diperkirakan masih akan terjadi hujan disertai angin di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta beberapa hari ke depan, menuntut kesiapan dan kesiagaan personel dan materiil untuk diterjunkan dalam tugas perbantuan penanggulangan bencana, alam khususnya pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) korban serta penanganan dan pelayanan pengungsian.

Baca juga: Mau Lapor Tidak Netralnya TNI Polri, Datang Ke Posko Netralitas Di Bundaran Alun-Alun Wonogiri

Menurutnya, Kodam IV/Diponegoro harus hadir dan dapat memberikan bantuan, solusi dan tindakan untuk mengatasi kesulitan rakyat. “Tidak hanya pada tugas penanggulangan bencana alam saja tetapi juga dalam bidang lain sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” tandasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan masih berlangsungnya proses Pemilu serentak tahun 2024, diperintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS serta segenap keluarga besar Kodam IV/Diponegoro untuk tetap dapat menempatkan diri dengan baik sesuai dengan perintah netralitas TNI dalam pemilu.

“Tidak mudah terprovokasi dan terpancing emosi ketika ada upaya untuk menarik-narik TNI dalam lingkaran politik praktis.  Selalu waspada dan bijak dalam menggunakan media sosial karena kita terkadang tidak sadar sehingga terpancing dan larut terlibat memberikan komentar-komentar yang berhubungan dengan politik praktis,” ujarnya. (Suwarman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *