BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Wonogiri telah menuntaskan proses regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah. Melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di Semarang pada Sabtu, 27 Desember 2025, partai berlambang banteng moncong putih itu secara resmi menetapkan Sriyono, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri untuk periode kepengurusan 2025 hingga 2030.
Penetapan ini sekaligus meresmikan susunan pengurus inti periode baru. Dalam struktur tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno ditetapkan menduduki posisi Sekretaris DPC, sementara Dani Mursito mengisi posisi Bendahara.
Rakercab menjadi momen penting bagi PDI Perjuangan Wonogiri untuk menata langkah strategis lima tahun ke depan. Penetapan Sriyono, yang merupakan figur senior dan memahami dinamika internal partai serta pemerintahan daerah, dinilai sebagai langkah konsolidasi yang matang.
Salah satu kader yang menyambut baik keputusan Rakercab adalah Sutiyo (Setyo Nugroho), Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Jatiroto. Dalam keterangannya pada Minggu (28/12/2025), Sutiyo menegaskan bahwa proses penjaringan dan penetapan ketua baru merupakan hasil musyawarah yang mengedepankan kebutuhan organisasi.
“Selamat atas ditetapkannya Pak Sriyono sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan. Sebagai kader partai, kami sangat membutuhkan sosok pemimpin yang dapat menyatukan seluruh struktur partai,” ujar Sutiyo.
Ia menambahkan, “Konfercab ini bagi kami bukan sekadar memilih ketua, namun untuk mempertegas ke arah mana gerakan dan perjuangan partai kita di masa depan.”
Komposisi pengurus inti periode 2025-2030 mencerminkan upaya sinergi yang kuat antara unsur legislatif dan eksekutif di bawah payung PDI Perjuangan Wonogiri. Dengan Sriyono (Ketua DPRD) sebagai Ketua DPC dan Setyo Sukarno (Bupati) sebagai Sekretaris, diharapkan terjalin koordinasi dan keselarasan program yang lebih solid antara pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat.
Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat basis partai dan mendorong program-program pembangunan yang selaras dengan visi PDI Perjuangan. Kepemimpinan ganda di tubuh partai oleh dua tokoh kunci daerah tersebut diyakini dapat mengakselerasi pelaksanaan agenda-agenda partai di tingkat akar rumput.
Memimpin DPC PDI Perjuangan di salah satu kabupaten basis penting di Jawa Tengah tentu bukan tugas ringan. Sriyono dan jajaran pengurus baru akan menghadapi tantangan untuk menjaga elektabilitas partai, meregenerasi kader, serta merespons berbagai isu strategis di tingkat lokal.
Namun, penetapan melalui mekanisme Rakercab yang diikuti oleh seluruh unsur kepengurusan dari tingkat kecamatan (PAC) hingga ranting menunjukkan adanya dukungan internal yang luas. Dukungan dari kader akar rumput, seperti yang disampaikan oleh pengurus PAC Jatiroto, menjadi modal sosial penting bagi kepemimpinan baru.
Dengan formasi yang solid, DPC PDI Perjuangan Wonogiri periode 2025-2030 diharapkan tidak hanya mampu mengkonsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak yang efektif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat, sesuai dengan haluan partai. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa PDI Perjuangan Wonogiri pada babak perjuangan yang lebih terarah dan berdampak bagi kesejahteraan warga Wonogiri.(*)






