BeritaWonogiri.com [YOGYAKARTA] – Dua lembaga di Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri berkunjung ke LPM UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta. Kedua lembaga itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Pengurus Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Rombongan dipimpin Ketua Staimas Wonogiri, Atik Nurfatmawati, SE, MIKom. Ketua LPM Staimas, Indra Setiawan, SE, MM diterima Ketua LPM UIN Suka, Dr Muhammad Fakhri Husein, SE, MSi dan Sekretaris LPM UIN Suka, Nuristighfari Masri Khaerani, SPsi, MPsi.
Sedang Kepala LPPM Staimas, Dr Dewi Agustini, SSos, MM dan Wakil Kepala LPPM Staimas, Nadhiroh, SSosI, MIKom diterima Ketua LPPM UIN Suka, Dr Muhrisun, SAg, BSW, MAg, MAW, Sekretaris LPPM UIN Suka, Dr Adib Sofia, SS, MHum, Kapus Puslibit, Achmad Zainal Arifin, MA, PhD dan Kasubbag TU LPPM, Hj Anita Sofiyati, SAg.
Baca juga: Civitas Akademika KPI Staimas Ke UIN Sunan Kalijaga. Ada Apa, Ini Tujuannya
Atik menyampaikan tujuan kedatangan mereka untuk studi berbagai hal terkait LPPM termasuk didalamnya kegiatan penelitian dan pengabdian. “Kami ingin belajar banyak hal. Apa-apa saja nanti yang bisa kami adopsi dan tiru untuk diterapkan di Wonogiri,” kata Atik.
Sedangkan, Ketua LPM, Indra menyampaikan tujuan kedatangan timnya dalam rangka meningkatan mutu di Staimas Wonogiri. Fakhri dari UIN Suka, mengatakan Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) adalah ruh utama suatu kampus.

Pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) harus dibuat dan dilaksanakan melalui komitmen bersama seluruh pimpinan dan civitas akademika.
“LPM selaku lembaga yang mengawal dan menggawangi seluruh proses siklus PPEPP harus menjadi lembaga yang kuat baik secara sumber daya manusia ataupun sumber dana. Sebab LPM menjadi tiang penopang serta penggerak dari semua divisi di kampus tersebut yang didasarkan pada standar mutu nasional atau bahkan mutu internasional. Dalam hal ini UIN Suka sudah terakreditasi internasional FIBAA,” katanya.
Fakhri juga menyampaikan pentingnya proses membangun budaya mutu di kampus. Ada lima hal yang menjadi fondasi dalam membangun budaya mutu yaitu komitmen, perubahan paradigma, sikap mental, etos kerja serta regulasi internal dan eksternal.
“Di dalam mengimplementasikan budaya mutu perkuat di organisasi, SDM, dokumen dan angggaran,” tambahnya.
Sementara itu. Ketua LPPM Staimas Wonogiri, Dewi menuturkan selain Bidang Penelitian dan Pengabdian, juga sudah ada Pusat Studi Kewirausahaan, Pusat Studi Parenting dan Pusat Studi Psikologi (Bimbingan Konseling). Dia menambahkan LPPM Staimas perlu studi terkait roadmap, kegiatan penelitian, pengabdian dan pusat studi.
Menanggapi hal itu, Muhrisun dari UIN Suka merasa senang LPPM Staimas Wonogiri bisa silaturahmi ke LPPM UIN Suka. Dia menyampaikan di LPPM UIN Suka terdapat tiga kepala pusat (Kapus), yaitu Kapus Penelitian dan Penerbitan (Puslibit), Ka Pusat Layanan Difabel (PLD) dan Kapus Pengabdian pada Masyarakat (PPM).
Dia menambahkan untuk penyusunan roadmap, LPPM perlu duduk bersama prodi untuk mensinkronkan karena pelaksananya adalah dosen-dosen di masing-masing prodi.
“Saat ini di UIN Sunan Kalijaga ada 86 jurnal. Kami tidak koordinasi langsung sebab sudah ada Rumah Jurnal. Jurnal yang dikelola LPPM ada tiga,” kata Muhrisun.
Ia mengatakan jika Staimas sudah memiliki mitra dari difabel, lebih baik dilanjutkan untuk didampingi. Menurutnya terkait kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa, LPPM UIN Suka berupaya melaksanakan KKN berkelanjutan (sustainability).
“Kami ditopang dengan KKN mahasiswa. Saat ini, ada mitra atau partner kami dalam kegiatan pengabdian yaitu di program sekolah pasar dan kebun buah eduwisata Bendosari,” tambah Adib.
Pada kesempatan itu, LPPM UIN Sunan Kalijaga dan LPPM Staimas Wonogiri merencanakan kolaborasi dalam berbagai kegiatan baik penelitian maupun pengabdian. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga pada tahun lalu ada yang melaksanakan KKN di Kabupaten Wonogiri. (Triantotus)








Komentar