Bermula dari Coba-Coba Posting WA, Bisnis Risoles Rumahan Ini Ada 6 Varian

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Bermula dari keinginan memiliki bisnis sendiri, pemiliki owner Risoles By Nano, Diana Novita Oktavia memilih menjalankan usaha rumahan. Perempuan yang biasa disapa Diana itu menganggap usaha sendiri jauh lebih Santai dan menyenangkan.

Dia memulai bisnis risoles ini pada awal tahun 2024 dan berjalan sampai sekarang. Bisnis yang dijalankan Diana ini bertempat di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Usaha Risoles By Nano yang dimiliki Diana terbilang masih baru, namun sudah menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Bermula dari coba-coba menjual melalui WhatsApp, kini Diana telah memiliki enam varian rasa risoles yang diminati konsumen. Tantangan terberat saat merintis adalah ketika banyak order masuk sementara Diana masih sendiri dalam memproduksi dan harus mengurus anak.

Antusiasme konsumen membuat Diana semakin bersemangat mengembangkan usahanya. Meski pada awalnya masih sendiri dalam memproduksi, Diana gigih memenuhi pesanan yang terus berdatangan.

Varian risoles yang ditawarkan Diana adalah sosis solo, risoles mayo, risoles ragout, risoles ayam sayur pedas, risoles carbonara dan risoles pisang coklat. Dari keenam varian tersebut, yang paling laris adalah risoles mayo dan risoles ragout.

“Kalau best seller-nya sih untuk saat ini adalah mayo dan risoles ragout. Kalau misalkan risoles mayo itu biasanya peminatnya anak-anak muda, kayak anak sekolah, pegawai kantoran yang masih muda. Kalau orang yang udah agak ibu-ibu atau mungkin yang agak sepuh, biasanya mereka lebih memilih risoles ragout yang rasanya lebih gurih,” jelas Diana.

Untuk menjaga kualitas produknya, Diana memastikan bahan baku yang digunakan selalu segar. Seluruh proses produksi dilakukan tanpa menyimpan bahan baku terlebih dahulu.

“Kalau untuk menjaga kualitas produksi yang pastinya memilih bahan bakunya yang fresh. Dalam tahap produksi itu gak ada bahan baku yang tersimpan, semua harus diolah dan udah jadi risoles sampai ke tahap risoles tersebut disimpan di freezer,” ungkap Diana.

Selain menjual secara online melalui WhatsApp, Diana juga menitipkan produknya di toko-toko dan kantin sekolah. Strategi ini terbukti efektif untuk menjangkau konsumen yang mencari sarapan atau camilan.

Diana menyebutkan keuntungan yang didapatkan dari usahanya masih kecil karena dalam tahap merintis. Namun, Diana mematok target keuntungan sesuai dengan kemampuan produksinya saat ini.

“Kalau keuntungannya sendiri sih, usaha saya ini masih benar-benar merintis dan masih kecil ini pemasukannya. Jadi untuk keuntungan saya sesuaikan, dengan target sesuai kemampuan  memproduk risoles per hari. Jadi produk risoles per hari kurang lebih untuk adonan tepung itu dua kilogram. Dan keuntungan yang saya dapat bisa kurang lebih lima puluh persen dari modal yang di keluarkan untuk bahan baku,” ujar Diana.

Meski masih terbilang baru, usaha risoles Diana sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dukungan keluarga yang selalu memberikan semangat serta feedback positif dari pelanggan menjadi motivasi bagi Diana untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Ke depan, Diana berharap bisa membuka outlet sendiri dan menambah karyawan untuk memperluas jangkauan usahanya.

“Kalau untuk menambah karyawan sih pengen. Cuma untuk kapasitas yang sekarang ini produksi saya juga belum terlalu banyak. Kemungkinan nanti kalau udah ada booth atau punya warung sendiri, baru saya akan menamba orang untuk membantu produksi,” jelas Diana. (Nadhiroh/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *