BRT Hadir, Anggota Orgabbi Wonogiri Merugi, Mengadu Ke DPRD Provinsi Jateng

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Merasa dirugikan atas kehadiran Bus Rapid Trans (BRT) Jateng, sedikitnya 49 anggota Organisasi Awak Bus Bumel Wonogiri (Orgabbi) mendatangi Gedung DPRD Jateng, Selasa (17/10/2023). Mereka keberatan kehadiran BRT Jateng tersebut.

Ada tiga alasan yang disampaikan Orgabbi. Pertama, BRT Jateng mengambil jalur yang sama dengan bus reguler, kedua, halte atau shelter ditempatkan di jalur yang sama dengan jumlah ratusan. Ketiga, penerapan tarif jauh lebih rendah dibanding bus reguler.

Ketua Orgabbi, Yuli Sihwanto mengonfirmasi seusai hearing, mengatakan kerugian akibat BRT Jateng tidak dihitung.

Baca juga: Bupati Wonogiri: BRT Trans Jateng Jawaban Atas Harapan Publik Terhadap Kualitas Transportasi

Kalau satu trip dibutuhkan BBM senilai Rp350.000 untuk bus reguler non AC. Kerugian sejak BRT Jateng beroperasi ndak bisa dihitung. Intinya setelah ada trans Jateng pendapatan kita turun 35% kurang lebihnya,” jelas Yuli.

Orgabbi memiliki anggota 142 orang. Yuli menjelaskan pendapatan setiap hari fluktuatif. “Harian kadang bayaran, kadang habis untuk beli BBM.”

Yuli menegaskan jalur BRT cukup dari Solo sampai Terminal tipe A Krisak dan sebaliknya. “Tadi kami diterima Pak Hadi dan Pak Bondan dari Komisi D serta Pak Heri Rriwibowo dari Dishub Provinsi Jateng serta Bapak Agung dari trans Jateng.”

Apakah tuntutan dipenuhi? Yuli mengatakan masih menunggu dan akan ada pertemuan. “Kita nunggu solusinya, karena akan ada pertemuan antara pihak Dishub, Trans jateng dan Orgabbi yang diwakili Komisi D, DPRD,” jelasnya. (Triantotus)

Komentar