Ciptakan Langkah Kreatif, Inovatif Dalam Menjalankan Roda Organisasi

BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Acara pisah sambut 16 perwira Polres Wonogiri digelar, Selasa (24/10/2023) malam di Angkringan Denkatul, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rotasi atau pergeseran pimpinan bertujuan memunculkan ide, gagasan dan inovasi dari pejabat baru.

Selain itu, pemimpin baru juga mampu menciptakan langkah kreatif dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi untuk menghadapi tantangan tugas yang dinamis.

Harapannya agar visi dan misi Polri dapat tercapai dengan baik sekaligus dapat memenuhi tuntutan masyarakat dalam menciptakan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Ada Apakah, 16 Perwira Polres Wonogiri Rotasi Jabatan, Simak Disini

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, SH, SIK, MM, MSi. “Mutasi atau pergeseran jabatan merupakan hal wajar dan biasa terjadi. Hal tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan kerja kepolisian termasuk di jajaran Polres Wonogiri, demi kepentingan organisasi,” ucapnya.

Netralitas
Selasa siang, Kapolres Wonogiri dihadapan kapolsek jajaran dan seluruh pengurus cabang dan ranting Bhayangkari di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri kembali mengingatkan dan menegaskan kepada agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Anggota Bhayangkari Polres Wonogiri diingatkan bersikap netral di Pemilu 2024 walau mempunyai hak memilih. (BeritaWonogiri.com/Ist)

“Kepada seluruh personel jajaran Polres Wonogiri termasuk pengurus Bhayangkari cabang maupun ranting agar selalu menjaga netralitas. Dilarang memberikan dukungan kepada salah satu parpol peserta pemilu dalam bentuk apapun, Polri dan keluarga besar Polri dituntut harus menjaga netralitas dalam setiap pelaksanaan Pemilu,” tegasnya.

Menurutnya, netralitas Polri dalam konteks pemilihan umum merupakan hal yang sangat krusial, dimana Polri harus memastikan bahwa mereka tidak berpihak kepada salah satu kandidat, partai politik, atau kelompok tertentu selama proses pemilu.

Kepada anggota Bhayangkari, Kapolres, mengatakan walaupun memiliki hak suara, sebaiknya tetap menghindari perbuatan yang dapat menurunkan citra kepolisian karena mereka merupakan bagian dari keluarga besar Polri dan akan berpengaruh pada suami dan institusi serta tetap memperhatikan etika norma yang berlaku di lingkungan.

“Apabila ada anggota keluarga yang aktif dalam kegiatan politik agar tidak menggunakan fasilitas dinas, mengikutsertakan atau mengatasnamakan institusi polri maupun Bhayangkari. Tingkatkan fungsi internal serta optimalkan kegiatan deteksi dini terhadap dugaan keterlibatan dan ketidaknetralan anggota polri serta tindak tegas. Laporkan kepada pimpinan secara berjenjang bila ada keterlibatan anggota polri dalam melakukan pelanggaran terkait Pemilu,” ucapnya. (Suryono)

Komentar