Naditama Wicaksono (13) membuktikan bahwa bakat dan semangat seorang anak tak harus tersekat dalam satu bidang. Remaja yang akrab disapa Tama ini adalah contoh nyata atlet muda multitalenta asal Wonogiri. Di satu sisi, ia adalah pelari cilik berprestasi juara O2SN tingkat kabupaten. Di sisi lain, ia adalah gelandang tengah andalan klub New Persik’s. Dan di luar itu semua, ia bercita-cita menjadi pengusaha sukses.
“Bagi saya, lintasan dan lapangan adalah tempat belajar. Di sana saya belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama,” kata Tama, saat ditemui usai berlatih, dengan raut wajah serius yang khas atlet.
Tama, siswa SMP Negeri 1 Wonogiri kelahiran 31 Mei 2012, baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 O2SN tingkat Kabupaten Wonogiri cabang atletik putra pada tahun 2024. Prestasi ini adalah puncak dari ketekunannya yang dimulai sejak akhir 2021, saat ia memutuskan serius menekuni kids atletik. Tak hanya itu, sebagai anggota New Persik’s sejak kelas III SD, kontribusinya di lapangan hijau juga semakin nyata.
Perjalanan Tama di dunia olahraga berjalan beriringan. Di lintasan atletik, ia mengandalkan kecepatan dan daya tahan individu. Sementara di lapangan sepak bola bersama New Persik’s, ia belajar arti kolaborasi. Kontribusi terbarunya adalah sebuah gol krusial yang dicetak melalui tendangan salto pada Turnamen Piala Kades Tambak Merang, Girimarto, Kamis (25/12/2025).
“Tama itu pemain yang cerdas dan cepat beradaptasi. Dia membawa semangat kompetisi dari atletik ke sepak bola, dan itu sangat menguntungkan tim,” ujar salah seorang pelatih di New Persik’s yang enggan disebutkan namanya.
Tama mengidolakan Sergio Busquets, gelandang bertahan legendaris yang terkenal dengan kecerdasan taktiknya. “Dari Busquets, saya belajar bahwa menang tidak selalu harus jadi yang tercepat, tetapi jadi yang paling pintar membaca permainan dan mengambil keputusan tepat,” tutur putra tunggal pasangan Mulyadi dan Nanik Susanti ini.
Di balik dedikasinya pada olahraga, Tama menyimpan cita-cita lain yang sama besarnya: menjadi pengusaha sukses. Baginya, dunia bisnis adalah arena tantangan lain yang membutuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan mental pantang menyerat—nilai-nilai yang juga ia tempa di lapangan.
“Semangat saat ingin mencetak gol atau memenangkan lomba, itu sama seperti semangat untuk menciptakan sesuatu yang berhasil dalam usaha. Saya ingin kelak bisa membangun bisnis saya sendiri,” imbuhnya dengan mata berbinar.
Dukungan penuh dari orang tuanya menjadi pilar penting. Sebagai anak tunggal, Tama dididik untuk mandiri dan bertanggung jawab atas setiap pilihannya, termasuk membagi waktu antara sekolah, latihan atletik, sepak bola, dan tentu saja, istirahat.
Di luar gegap gempur prestasi, Tama tetaplah remaja seusianya yang menyukai hal-hal sederhana. Sate kambing dan es degan adalah dua menu favoritnya yang sering menjadi “hadiah” usai berlatih keras. Pola hidup disiplin sebagai atlet tidak menghilangkan keceriaan masa remajanya.
Kini, langkah Tama masih teramat panjang. Gelar Juara O2SN 2024 adalah sebuah gerbang awal, bukan garis finis. Bersama New Persik’s dan pelatih atletiknya, ia terus berkomitmen mengasah skill, baik di lintasan lari maupun sebagai gelandang tengah.
“Proses ini yang terpenting. Setiap latihan, setiap pertandingan, adalah investasi untuk masa depannya, entah nanti sebagai atlet nasional, pengusaha, atau apapun yang ia pilih,” pungkas Nanik Susanti, sang ibu, penuh haru.
Tama, sang atlet multitalenta dari Wonogiri, telah memilih untuk tidak berhenti berlari. Ia terus melangkah, mengejar setiap mimpi di setiap lapangan kehidupannya dengan kecepatan dan keteguhan hati seorang juara sejati. Prestasi atletik muda seperti ini juga menjadi bagian dari semangat membangun bangsa melalui olahraga yang digaungkan di berbagai tingkatan.(Nadiroh)






