BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Investasi India di Jawa Tengah kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan peluang kerja sama baru di sektor industri padat karya, tenaga medis dan rumah sakit, hingga ekonomi hijau. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di wilayah tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan tawaran tersebut saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya, Kamis (19/2/2026). Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pengusaha India yang telah menanamkan modal di Indonesia.
Ahmad Luthfi menjelaskan, realisasi investasi India di Jawa Tengah saat ini menempati peringkat ke-17 dengan nilai mencapai Rp646,52 miliar. Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor strategis.
Sebanyak 62 persen investasi berada di sektor industri tekstil. Kemudian hotel dan restoran sebesar 16 persen, perdagangan dan reparasi 12 persen, industri kayu 4 persen, serta sektor lainnya.
“Ke depan kami menawarkan green economy, kemudian tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri-industri padat karya terutama garmen,” ujar Ahmad Luthfi usai pertemuan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai sektor ekonomi dan industri hijau memiliki prospek besar seiring tren global menuju pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kebutuhan tenaga medis profesional dan pengembangan rumah sakit dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menarik investor asing.
Gubernur menegaskan, investasi baru sangat dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen, diikuti penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen.
Menurutnya, kontribusi investasi, baik dari penanaman modal asing maupun dalam negeri, berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, Pemprov Jateng berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang ramah dan kompetitif bagi investasi.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyampaikan apresiasinya terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Ia menilai stabilitas sosial dan ekonomi menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha India.
“Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, baik secara sosial maupun ekonomi. Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” katanya.
Sandeep mengungkapkan, pada Agustus 2026 mendatang direncanakan groundbreaking salah satu perusahaan asal India di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS. Proyek tersebut diharapkan menambah kontribusi investasi India di Jawa Tengah sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. (*)






