Kecelakaan Pesawat PT Pelita Air di Nunukan, TNI Turunkan 21 Personel Evakuasi

Penerbangan Charter Pengangkutan BBM

BeritaWonogiri.com [NUNUKAN] – Kecelakaan pesawat PT Pelita Air di Nunukan, Kalimantan Utara, terjadi di wilayah pegunungan Pabetung Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kamis (19/2/2026). Pesawat jenis Air Tractor AT802 dengan call sign PK-PAA dilaporkan jatuh sekitar pukul 12.20 WITA setelah menyelesaikan misi pengangkutan bahan bakar minyak (BBM). Satu orang pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Respons cepat dilakukan prajurit Tentara Nasional Indonesia melalui Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh bersama unsur Komando Distrik Militer Nunukan. Sebanyak 21 personel diterjunkan untuk melakukan pencarian, evakuasi korban, serta pengamanan lokasi kejadian.

Pesawat milik PT Pelita Air Service tersebut melaksanakan penerbangan charter pengangkutan BBM untuk kebutuhan operasional PT Pertamina (Persero). Rute penerbangan meliputi Tarakan — Long Bawan — Tarakan.

Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pada pukul 10.15 WITA dan mendarat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 11.10 WITA.

Setelah menurunkan muatan BBM, pesawat kembali lepas landas dari Long Bawan pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi kosong dan hanya membawa satu orang pilot. Sekitar 10 menit kemudian, pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan.

Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh memimpin langsung tim evakuasi yang terdiri dari 21 personel. Tim bergerak menuju lokasi dengan medan yang cukup sulit karena berada di wilayah pegunungan perbatasan.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, kondisi pesawat dalam keadaan rusak parah dan terbakar. Tim evakuasi menemukan satu orang pilot dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain mengevakuasi korban, personel gabungan juga melakukan pencarian black box dan material lain guna mendukung proses investigasi lebih lanjut. Aparat tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan area tetap aman dan steril.

Melalui rilis resmi Pusat Penerangan TNI, disampaikan bahwa TNI bersama aparat terkait berkomitmen mendukung proses investigasi yang akan dilakukan instansi berwenang.

Kecelakaan pesawat PT Pelita Air di Nunukan menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan RI–Malaysia. Pengamanan dilakukan secara ketat untuk mencegah gangguan selama proses evakuasi dan investigasi berlangsung.

Pihak berwenang masih mendalami penyebab kecelakaan dengan mengumpulkan data teknis serta bukti di lapangan. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah investigasi resmi dilakukan oleh otoritas penerbangan terkait.

Situasi di lokasi saat ini dilaporkan dalam kondisi terkendali. Aparat memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur keselamatan dan standar investigasi kecelakaan udara.

Sumber: Pusat Penerangan TNI
@Puspen_TNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *