Data di Tangan Babinsa, Harapan Panen Melimpah di Giriharjo

Kolaborasi Babinsa dan PPL di Puhpelem jadi kunci menjaga ketahanan pangan, dari pendataan sawah hingga strategi jajar legowo.

Beritawonogiri.com [PUHPELEM] – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini menyentuh lapisan paling dasar: sawah dan petani desa. Di Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, Babinsa dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) turun langsung melakukan pendataan lahan, memantau perkembangan pertanian, dan memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.

Babinsa Kelurahan Giriharjo, Sertu Parjito, menegaskan bahwa kolaborasi antara aparat desa dengan penyuluh pertanian bukan sekadar rutinitas. “Kami bersama PPL turun langsung, untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memastikan petani benar-benar terbantu dalam mengoptimalkan lahan mereka,” ujarnya saat ditemui di lapangan, Selasa (30/9/2025).

Kepala PPL Puhpelem Helda Andi Kurniawan memantau penerapan sistem tanam jajar legowo. (Sumber: pendim 0728/wng)

Langkah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala PPL Kecamatan Puhpelem, Helda Andi Kurniawan, yang hadir bersama Penyuluh Pertanian Sugiman. Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga penerapan sistem tanam modern. “Varietas logawa masih menjadi favorit untuk demlot. Sistem tanam jajar legowo terbukti efisien, baik dari sisi pemupukan, pengendalian hama, hingga peningkatan produktivitas,” jelasnya.

Sistem tanam jajar legowo yang diterapkan menggunakan jarak tanam baris 25–30 cm dan jarak antar rumpun 12,5–15 cm. Pola ini memungkinkan pemanfaatan sinar matahari lebih maksimal sekaligus mempermudah perawatan. Hasilnya, produktivitas padi diharapkan semakin meningkat.

Berdasarkan pendataan September 2025, total lahan yang diolah mencapai 16 hektar. Dari jumlah itu, seluas 16 hektar sudah ditanami, dengan perkiraan panen berikutnya pada Januari 2026. Sementara itu, pada September ini, luas panen sudah mencapai 40 hektar dengan hasil yang cukup menggembirakan.

“Dengan data yang akurat, petani bisa memprediksi hasil panen dan memperkirakan harga jual gabah secara lebih tepat. Ini penting agar kesejahteraan petani tetap terjaga,” tambah Andi Kurniawan.

Kehadiran Babinsa dan PPL di tengah sawah bukan hanya memberi rasa aman bagi petani, tetapi juga simbol dukungan nyata dari negara. Ketahanan pangan, yang sering terdengar abstrak di tingkat nasional, kini benar-benar diwujudkan di desa-desa seperti Giriharjo.(*)

Komentar