BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 Kelompok 04 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menggelar program pemberdayaan masyarakat Wonogiri melalui pelatihan pembuatan kerajinan berbahan dasar stik es krim pada Minggu, 15 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Manglu, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro tersebut mengajak ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat untuk mengubah bahan sederhana menjadi produk bernilai guna berupa wadah tisu.
Program ini menjadi bagian dari fokus pengabdian mahasiswa dalam meningkatkan kreativitas warga. Selain itu, pelatihan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengolah barang bekas atau barang sederhana agar memiliki nilai fungsi dan nilai ekonomi.
Melalui pendekatan praktik langsung, para peserta mempelajari cara memproses bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Hasilnya, stik es krim yang tadinya biasa dapat menjelma menjadi kerajinan tangan yang menarik dan fungsional.
Ketua Kelompok KPM 04 STAIMAS Wonogiri, Muhammad Abdul Ghofar, menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat Wonogiri ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis, melainkan juga menumbuhkan kepedulian lingkungan.
“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat mengembangkan keterampilan ini sebagai peluang untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi keluarga, bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar,” ujar Ghofar.
Atmosfer pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan kerajinan dengan cermat, mulai dari penyusunan pola, pengleman, hingga tahap penyelesaian akhir. Ibu-ibu PKK tampak aktif bertanya dan berdiskusi selama proses praktik berlangsung.
Pelatihan ini membuktikan bahwa langkah kecil dapat menghasilkan dampak besar bagi kesejahteraan warga. Selain membuka potensi usaha mikro rumah tangga, kreasi wadah tisu ini turut mendukung upaya pengurangan limbah rumah tangga melalui prinsip daur ulang.
Melalui sinergi antara akademisi STAIMAS Wonogiri dan warga Dusun Manglu, program ini diharapkan mampu membentuk komunitas yang kreatif, produktif, mandiri, serta berwawasan lingkungan secara berkelanjutan. (Ratrinta Herawati Nurjannah)








Komentar