Geger, Warga Kebonagung Temukan Mayat Membusuk

BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Warga Dusun Gupit, Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, digegerkan penemuan mayat berbau busuk yang diduga mayat perempuan, Minggu (20/8/2023). Penemuan mayat sekitar jam 10.00 WIB.

Sekadar diketahui hari Minggu itu di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri menggelar pawai budaya di kecamatan masing-masing. Karenanya penemuan mayat itu mengagetkan warga ditengah hiruk pikuk merayakan HUT ke-78 RI.

Diperolehan informasi, penemuan mayat itu berawal ketika seorang warga bernama Jumadi mencium bau yang tidak sedap di kaki Gunung Asem, Dusun Gupit, Desa Kebonagung.

Baca juga: Kapolres Larang Penonton Bawa Miras Dan Sajam Di Konser OM Adella

Setelah dicari asal bau tersebut ternyata benar ada sosok mayat di lahan kering.
Kemudian Jumadi memberitahu warga dan langsung melapor kejadian tersebut ke perangkat desa setempat.

Relawan kemanusiaan dan polisi melihat kondisi mayat di Gunung Asem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten.l Wonogiri. (BeritaWonogiri.com)

Ketika warga berdatangan tidak ada yg berani mendekat karena bau yang sangat menyengat. Menurut Agus, warga setempat di Desa Kebonagung tidak ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Saat ini kasus sudah ditangani Polsek Sidoharjo. Petugas polsek memberitahukan penemuan mayat tersebut lewat media dan akhirnya mayat tersebut diduga warga Tasikhargo, Kecamatan Jatisrono.

Di grup relawan Forum PRB, Eko Tito menyampaikan kepada Ketua FPRB bahwa atas informasi dari warga, telah ditemukan jenasah perempuan usia sekitar 70-an tahun di Gunung Asem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.
Jenazah sudah bisa diidentifikasi atas nama Sutiyem, alamat Kalongan, Jurutengah, Desa Tasikhargo, Kecamatan Jatisrono.

“Demikian sekilas kami infokan.
Relawan yang terlibat dari Polsek Sidoharjo, Koramil Sidoharjo, Puskesmas Sidoharjo, TRC Resigiri, KRI, warga,” tulis Tito.

Keluarga dari Tasikhargo akhirnya menjemput mayat tersebut dan dibawa pulang untuk dikubur sebagaimana mestinya. (Setyo Nugroho)

Komentar