Ibu-ibu Perumahan Megatama Indah Ikuti Pengajian, Berikut 3 Fase Mendidik Ala Sahabat Ali

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Ibu-ibu Perumahan Megatama Indah, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri mengikuti pengajian di Masjid Ali Samah Al Harby, Minggu, 9 Maret 2025.

Ustadz Kholilurrohman menyampaikan mencari ilmu itu dilakukan dari lahir sampai liang lahat.

“Seorang ibu memiliki peran penting dalam mendidik anak. Dunia itu perhiasan dan sebagus-bagus perhiasan adalah wanita sholihah,” ujar Ustadz Kholil.

Baca juga: Karang Taruna Perumahan Megatama Indah Selenggarakan Donor Darah, Ini Tujuannya

Menurut dia, ibu sangat berpengaruh dalam mendidik anak dengan baik hingga dewasa.

Dikemukakan dia, metode Sayyidina Ali RA dalam mendidik anak yaitu, kelompok 7 tahun pertama (0 tahun – 7 tahun), memperlakukan anak sebagai raja. Orangtua melayani anak dengan sepenuh hati. Sikap yang lemah lembut sekaligus tulus dalam mengasihi dan mengasuh anak. Namun, bukan berarti kemudian memanjakan anak. Orangtua harus tetap tegas dengan penuh kasih sayang.

Kelompok kedua, usia 7 hingga 14 tahun yakni mendidik anak seperti tawanan. Pada fase ini orangtua menekan anak agar tidak keluar syariat. Seperti tidak pacaran dan tidak berzina.

“Pada fase ini anak boleh dihukum jika nyeleneh dan parah. Pada kelompok usia ini anak bisa mendapatkan hukuman dan hadiah sesuai dengan yang dilakukan,” imbuh ustadz Kholil.

Kelompok ketiga usia 14 hingga 21 tahun. Yaitu memperlakukan anak sebagai sahabat. Pada kelompok usia ini, orangtua memperlakukan anak sebagai teman. Perlu diajak berdiskusi dan memberikan tanggung jawab.

Ustadz Kholil menambahkan jika anak didik dengan benar maka memberikan dampak positif ke anak.

“Mentalnya bisa jadi kuat dan juga kepercayaan dirinya itu tinggi,” imbuh dia.

Menurut Ustadz Kholil ketika anak masih kecil supaya sering di puji. Setidaknya paling sedikit 5 kali sehari sehingga ketika dewasa tidak haus dengan pujian.

“Misalnya berikan pujian saat anak sudah pintar makan sendiri. Bisa nyuci piring sendiri, sudah bisa merapikan mainannya, sudah bisa bangun pagi, sudah rajin sholatnya dan sebagainya,” jelasnya. (Nadhiroh/*)
Editor: Triantotus

Komentar