Kementerian PUPR Sahkan Usulan Pompa, Kolam Retensi, Sodetan Sayung

Gubernur Ahmad Luthfi ajukan penambahan pompa, normalisasi sungai, dan pengerukan kolam, Kementerian PUPR langsung eksekusi.

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Penanganan banjir di Semarang dan Demak terus dipercepat berkat tiga usulan krusial dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang langsung disetujui dan dieksekusi oleh Kementerian PUPR. Usulan pertama adalah penambahan pompa di titik genangan utama seperti Sayung, Demak dan Kota Semarang untuk mempercepat pengeringan air banjir.

“Kami minta penambahan pompa agar masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,” ujar Ahmad Luthfi saat memimpin percepatan penanganan banjir bersama Dirjen SDA Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, Rabu (29/10/2025).

Rapat koordinasi lintas instansi, pengambilan keputusan pengadaan pompa dan kolaborasi drainase banjir Semarang-Demak. (Foto: Zulkarnain)

Usulan kedua, normalisasi sungai-sungai vital penyalur air yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR, mencakup wilayah Sayung, Kaligawe, dan Genuk. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan yang diprediksi berlanjut hingga awal 2026. Normalisasi segera dikerjakan agar banjir tidak terulang dan kapasitas aliran optimal.

Ketiga adalah pengerukan Kolam Retensi Terboyo demi menambah daya tampung air dan mempercepat surutnya genangan. Seluruh usulan itu diterima tanpa syarat; Dirjen SDA Dwi Purwantoro memastikan penambahan lima unit pompa baru berkapasitas total 2.000 liter per detik.

“Pompa 5×500 liter per detik segera kita datangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Solo dalam minggu ini, termasuk penggantian pompa di Muktiharjo,” komit Dirjen SDA KemenPU. Selain pompa, pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai juga segera dikerjakan untuk mendukung sistem penanganan banjir.

Tim teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase. Penggantian pompa lama diantisipasi selesai tahun 2026 sesuai harapan Gubernur.

BBWS mencatat total kapasitas pompa di empat titik utama Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, Pasar Waru) tembus 30.360 liter per detik. Selain itu BBPJN membangun sodetan Sungai Sayung sepanjang 168 meter dengan lama pengerjaan 65 hari dan anggaran Rp 6,4 miliar dari APBN.

Di sodetan akan dibangun rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo dua unit kapasitas 50 liter per detik untuk mengurangi genangan di jalan nasional. BBPJN juga memperlebar saluran semetara dari 10 meter serta membongkar aramco di muara Sungai Babon agar kapasitas aliran air makin besar.

Langkah-langkah sistematis dan kolaboratif ini diharapkan mampu menekan dampak banjir Semarang-Demak untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Gubernur Ahmad Luthfi dan semua stakeholder berkomitmen penuh agar masyarakat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.(*)

Komentar