KUA Ngadirojo Tingkatkan Kesiapan Mental Pasangan Calon Pengantin

KUA Ngadirojo fasilitasi calon pengantin dengan program bimbingan untuk keluarga harmonis

Beritawonogiri.com [NGADIROJO] – Di tengah perubahan sosial dan tantangan rumah tangga modern, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngadirojo menghadirkan inovasi melalui program Bimbingan Perkawinan Mandiri. Kegiatan yang rutin digelar setiap Selasa dan Kamis ini memberikan pembekalan komprehensif pada pasangan calon pengantin terkait kesiapan mental, spiritual, dan emosional.

Kepala KUA Ngadirojo, Zainal Arifin, S.Ag., menjelaskan bahwa perkawinan merupakan perjalanan panjang yang tidak hanya terikat secara hukum, melainkan membutuhkan persiapan matang dari berbagai aspek. “Kami ingin calon pengantin tidak hanya siap administrasi, tapi juga dewasa secara spiritual dan emosional demi membangun keluarga sakinah wa maslahah,” jelasnya saat pembukaan sesi bimbingan, Senin (21/10/2025).

Materi dalam program ini dirancang untuk menjawab tantangan rumah tangga di era digital. Fokus utamanya meliputi pemahaman syariat Islam terkait nikah dan ibadah, hak dan kewajiban suami-istri berdasarkan nilai keagamaan dan keadilan gender, teknik komunikasi efektif, serta manajemen keuangan keluarga yang transparan dan bertanggung jawab.

Salah satu peserta, Sri Pujiastutik dari Bonagung, menyatakan memperoleh wawasan baru lewat materi komunikasi yang membuka pikirannya tentang pentingnya mendengar dan memahami pasangan sebagai fondasi keharmonisan rumah tangga. Calon suaminya, Miftahul Huda, menambahkan materi tentang pengelolaan keuangan sangat bermanfaat dalam menyusun komitmen bersama agar terhindar dari benturan masalah ekonomi.

Penghulu P3K KUA Ngadirojo, Agung Riswanto, S.H.I., menuturkan metode bimbingan diupayakan interaktif, melibatkan diskusi, studi kasus, dan role play agar materi langsung dapat diaplikasikan pada situasi nyata. Ini bertujuan agar ilmu yang didapat benar-benar efektif dalam membina rumah tangga.

KUA Ngadirojo menegaskan perannya bukan sekadar sebagai pencatat akad nikah, tetapi juga mitra masyarakat dalam membina ketahanan keluarga melalui program preventif semacam ini. Harapannya, angka perceraian bisa ditekan dan lahir generasi baru keluarga Islam yang harmonis dan kuat.

Program ini menjadi langkah strategis KUA Ngadirojo dalam menjawab dinamika sosial dan memperkuat pondasi rumah tangga di tengah tantangan zaman modern, dengan pendekatan nilai-nilai keislaman yang mendalam.(*)

Komentar