BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Semangat perjuangan Pangeran Sambernyawa kembali bergelora di Bumi Sukses saat ribuan peserta memadati area Monumen Watu Gilang Nglaroh, Kecamatan Selogiri. Kegiatan bertajuk Lomba Napak Tilas Wonogiri “Tiji Tibeh” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, Jumat (8/5/2026) pagi.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., hadir langsung bersama jajaran Forkopimda untuk melepas keberangkatan para peserta. Tercatat sebanyak 172 kelompok peserta dengan total massa mencapai sekitar 1.000 orang turut serta menyusuri rute bersejarah tersebut.
Nglaroh Sebagai Cikal Bakal Sejarah Wonogiri
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam sambutannya menegaskan bahwa kawasan Nglaroh bukan sekadar lokasi lomba, melainkan situs keramat yang menjadi saksi bisu perjalanan Kabupaten Wonogiri. Melalui ajang ini, masyarakat diajak meneladani filosofi Tiji Tibeh (Mati Siji Mati Kabeh, Mukti Siji Mukti Kabeh) yang diusung Raden Mas Said.
“Napak tilas ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan membutuhkan pengorbanan dan kebersamaan yang kokoh demi kemajuan Kabupaten Wonogiri ke depan,” ujar Bupati Setyo Sukarno di hadapan para peserta.
Rute perjalanan dimulai dari Lapangan Pule menuju garis finis di Pendopo Kabupaten Wonogiri. Peserta melintasi sejumlah titik strategis di wilayah Selogiri hingga masuk ke jantung pusat Kota Wonogiri, menghidupkan kembali memori kolektif perjuangan pahlawan nasional tersebut.
Dukungan Penuh Polres Wonogiri dan Pengamanan Jalur
Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri, menjelaskan bahwa kehadiran institusi Polri bukan hanya sebagai tamu undangan, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian identitas budaya daerah.
“Polres Wonogiri melaksanakan pengamanan ketat dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang rute kegiatan. Hal ini guna memberikan rasa aman kepada para peserta dan memastikan aktivitas masyarakat umum tidak terganggu,” jelas AKP Anom Prabowo.
Kehadiran AKBP Wahyu Sulistyo di lokasi acara juga menunjukkan sinergitas yang kuat antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai sejarah lokal tetap relevan di mata generasi muda.
Antusiasme Tinggi dan Kondusivitas Acara
Sepanjang perjalanan, para peserta nampak antusias mengenakan atribut khas perjuangan dan pakaian tradisional. Antusiasme masyarakat di sepanjang jalan juga menambah kemeriahan acara tahunan ini. Hingga kegiatan berakhir di Pendopo Kabupaten, seluruh rangkaian acara dilaporkan berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa kendala berarti.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jati diri warga Wonogiri sebagai keturunan para pejuang yang tangguh dan selalu mengutamakan persatuan dalam membangun daerah. (*)








Komentar