Kuliner Lokal Naik Kelas, Seblak Pojok Umai Bulusulur Jadi Favorit Anak Muda

Seblak Pojok Umai Bulusulur hadir sebagai usaha kuliner inspiratif yang digeluti alumni kebidanan dengan konsep prasmanan dan harga terjangkau di Wonogiri

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Seblak Pojok Umai Bulusulur menjadi salah satu destinasi kuliner baru yang menarik perhatian masyarakat Wonogiri. Usaha kuliner ini digeluti oleh Iyara Novi Fajriati, seorang alumni kebidanan yang memilih berkiprah di dunia usaha makanan. Keputusan tersebut menunjukkan keberanian untuk beralih profesi sekaligus membaca peluang di sektor kuliner yang terus berkembang.

Berlokasi di Bulusari RT 02 RW 05, Bulusulur, Wonogiri, Seblak Pojok Umai Bulusulur hadir dengan konsep seblak prasmanan yang memungkinkan pelanggan memilih sendiri isian sesuai selera. Tempat ini mulai buka pukul 11.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB, menjadikannya pilihan fleksibel untuk makan siang hingga nongkrong malam hari.

Iyara Novi Fajriati mengungkapkan bahwa ide mendirikan Seblak Pojok Umai Bulusulur berawal dari kegemarannya terhadap kuliner pedas serta keinginannya untuk tetap produktif di luar profesi kebidanan. Menurutnya, dunia kuliner memberikan ruang kreativitas sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.

“Awalnya hanya coba-coba, tapi ternyata respons masyarakat cukup baik. Dari situ saya mantap mengembangkan Seblak Pojok Umai Bulusulur secara serius,” ujar Iyara saat ditemui di lokasi usaha.

Ia menambahkan, latar belakangnya di bidang kesehatan justru membantunya lebih memperhatikan kebersihan, kualitas bahan, dan kenyamanan pelanggan. Hal tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan Seblak Pojok Umai Bulusulur dibandingkan usaha sejenis.

Keberadaan Seblak Pojok Umai Bulusulur dinilai strategis karena mudah dijangkau. Rute menuju lokasi dapat ditempuh melalui pertigaan barat Alfamidi Bantarangin, kemudian lurus ke arah selatan hingga ujung jalan. Penunjuk lokasi yang jelas memudahkan pengunjung, termasuk dari luar wilayah Bulusulur.

Selain itu, Seblak Pojok Umai Bulusulur juga didukung area parkir yang memadai. Faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau komunitas. Tempatnya pun dirancang representatif dan nyaman untuk nongkrong, terutama bagi kalangan anak muda.

Dari sisi menu, Seblak Pojok Umai Bulusulur menawarkan berbagai pilihan dengan harga terjangkau. Salah satu menu andalan adalah Seblak Lidah Mertua seharga Rp13.000. Menu ini berisi topping cuanki lidah, cuanki bulat, otak-otak, kerupuk, sayur, telur, dan pilus, lengkap dengan es teh atau air mineral.

Selain itu, tersedia juga Seblak Korea seharga Rp17.000 dengan isian fish roll, dumpling, bakso udang, kwetiau atau mi, jamur enoki, kerupuk, sayur, telur, dan pilus. Variasi menu tersebut membuat Seblak Pojok Umai Bulusulur mampu menjangkau selera konsumen yang beragam.

“Konsep prasmanan kami buat agar pelanggan lebih bebas memilih. Mereka bisa menyesuaikan dengan selera dan tingkat kepedasan masing-masing,” jelas Iyara.

Respons positif pelanggan menjadi dorongan bagi Iyara untuk terus mengembangkan Seblak Pojok Umai Bulusulur. Ia menilai usaha kecil menengah seperti ini memiliki potensi besar jika dikelola dengan konsisten dan inovatif.

Menurut beberapa pengunjung, Seblak Pojok Umai Bulusulur tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga suasana yang nyaman. Hal tersebut membuat tempat ini kerap dijadikan lokasi berkumpul dan bersantai.

Dengan konsistensi kualitas dan pelayanan, Seblak Pojok Umai Bulusulur diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal. Usaha ini sekaligus menjadi contoh bahwa alumni bidang kesehatan pun dapat sukses berwirausaha di sektor lain tanpa meninggalkan nilai-nilai profesionalisme.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *