Lansia Segar Bero: Mewujudkan Lansia Berdayaguna untuk Kemajuan Desa

Kolaborasi Unik Akademisi, Perusahaan, dan Pemerintah Desa Wujudkan Komunitas Lansia Mandiri di Wonogiri

Beritawonogiri.com [MANYARAN] – Program pengabdian masyarakat “Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga” digelar di Balai Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Selain membekali lansia dengan wawasan pola hidup sehat dan fisioterapi sederhana, peserta diajak untuk menemukenali potensi diri agar semakin aktif berkontribusi dalam kagiatan sosial dan ekonomi di Desa. Filosofi SEGAR mengacu pada kata sehat, gembira dan berharga yang memiliki makna agar lansia memberi perhatian terhadap kondisi kesehatan fisik, mental dan juga kepercayaan diri agar tetap aktif di usia senja.

Acara ini menghadirkan fasilitator berpengalaman, seperti Ken Sasmita (Certified Trainer Pemberdayaan Masyarakat), Kartika Puspitasari (Penggerak Swadaya Masyarakat Kemedesa PDT), dan Lusi Natalia (Fisioterapis). Kolaborasi dengan Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma, PT. Berkat Prima Sakti, PT. Luas Birus Utama, PT. Esa Medika Mandiri, dan Nata Home memastikan kegiatan ini berjalan komprehensif. Pelaksanaan kegiatan dengan metode fun training memastikan peserta yang sudah berusia 55 tahun ke atas dapat mengikuti materi dengan suasana belajar yang menyenangkan.

Filosofi SEGAR (Sehat, Gembira, Berharga) menjadi panduan utama agar lansia tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial. (Foto: Dok)

“Kegiatan ini perlu untuk dilakukan juga di Desa-Desa lain di Kecamatan Manyaran ” tutur Endri, mewakili Camat Manyaran dalam pembukaan kegiatan tersebut. Sementara itu Kepala Desa Bero menyambut baik program pengabdian masyarakat yang didukung pula oleh akademisi Universitas Sanata Dharma Fakultas Vokasi.

Peserta melakukan praktek penggunaan alat medis rumah tangga seperti tensi meter, oksimeter dan blood sugar test kit dengan didampingi kader Posyandu Lansia.

“Olahraga ringan sangat penting bagi lansia, tetapi intensitasnya harus sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing” ujar Lusi Natalia. Selain edukasi pola hidup sehat, Ken Sasmita memandu peserta untuk mengenali potensi diri dan potensi Desa serta merumuskan visi bersama komunitas Lansia Segar Deda Bero. “Eksplorasi potensi di Desa Bero sangat kaya dengan ragam kuliner, hasil bumi dan adat budaya yang sangat cocok dikembangkan sebagai destinasi wisata lansia di Indonesia”. Komunitas Lansia Segar yang terbentuk melalui kegiatan ini menjadi wadah solidaritas dan kegiatan lansia aktif dengan beragam aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.

Dengan komposisi penduduk 74,3% lansia di Indonesia masih mandiri, program ini diharapkan memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. “Ke depan tren lansia ini akan berubah, kita melihat banyak konsep senior living di perkotaan karena banyak keluarga muda yang kesulitan mengurus orang tuanya. Sehingga penguatan komunitas sangat penting dilakukan ” Ujar Kartika.

Kegiatan di Desa Bero yang terletak 24 km dari kota Wonogiri dihadiri pula oleh Anggota DPRD Provinsi Jateng, Mulyadi, yang menyampaikan bahwa kegiatan kelompok lansia dapat disinergikan dengan dukungan dana desa melalui perencanaan RKP Desa. “Kami menyambut baik dan berharap gagasan ini juga menjadi inspirasi bagi desa lain” demikian harapan Roh Edy Kepala Desa Bero dalam sambutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *