BeritaWonogiri.com (FEATURES) – Karst Kebumen, Jawa Tengah, baru-baru ini ditetapkan UNESCO sebagai Taman Bumi Dunia (Unesco Global Geoparks /UGG), berbarengan dengan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.
Penetapan ini diumumkan pada Sidang ke-221 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, 2-17 April 2025. Keduanya menambah daftar geopark global menjadi 229 situs di 50 negara.
Pengakuan bukanlah titik akhir, melainkan awal tanggung jawab besar. Kawasan-kawasan ini harus dikelola dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan, menjadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, melalui situs indonesia.go.id, geopark adalah “mercusuar pembangunan berkelanjutan.”
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga warisan bumi serta menyelenggarakan kegiatan edukatif yang mengakar pada budaya setempat.
Bagaimana Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa pelestarian lingkungan karst tidak hanya soal regulasi, tetapi juga narasi hidup masyarakat. Tiap jengkal tanah karst membawa kisah jutaan tahun yang menjadi bagian identitas global.
Diketahui sampai saat ini, Indonesia memiliki 12 geopark yang resmi diakui dunia, termasuk Meratus dan Geopark Kebumen yang baru saja mendapat sertifikat global.
Jumlah ini memperkuat posisi Nusantara sebagai negara megabiodiversitas dengan warisan geologi, budaya, dan ekosistem luar biasa.
Museum Geologi Terbuka Pulau Jawa
Geopark Kebumen sendiri merupakan perwakilan geologi Pulau Jawa yang menyimpan formasi batuan tertua di pulau ini. Salah satu titik utamanya adalah Karangsambung, yang memperlihatkan pertemuan batuan samudra dan benua dari puluhan juta tahun lalu.
Bagi para ilmuwan dan pelajar, kawasan ini dikenal sebagai “laboratorium geologi alami”. Kebumen juga menyuguhkan lanskap karst sangat memikat, fosil purba, serta warisan budaya yang tecermin dari tradisi Jawa, kerajinan lokal hingga kekayaan kuliner daerah.
Sinergi antara warisan alam dan budaya inilah yang memperkaya narasi geopark, menjadikannya destinasi pendidikan dan budaya sekaligus.
General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo mengatakan, geopark Kebumen dijuluki The Mother of Earth, dan memiliki banyak keunggulan mulai dari geodiversitas, biodiversitas hingga warisan budaya.
“Geopark Kebumen mencakup 22 dari 26 kecamatan di Kebumen, dengan berbagai situs geologi, biologi, dan budaya yang menarik,” ujarnya, dikutip situs Pemkab Kebumen, Sabtu, 18 April 2025.
Salah satunya ada situs geologi Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro dengan pemandangan batuan vulkanis dan lapisan batuan berwarna mencolok, serta situs Watu Kelir yang menampilkan pertemuan dua jenis batuan.
“Geopark Kebumen juga kaya akan keanekaragaman hayati, dengan berbagai spesies flora dan fauna yang hidup di berbagai habitat,” ucapnya.
Sigit Tri Prabowo menuturkan, Geopark Kebumen juga mendorong pengembangan pariwisata, ekonomi, dan pelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat tanpa mengorbankan kelestarian alam. (Irfandy)






