BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menyimpan segudang destinasi wisata yang menjadi magnet tajam bagi wisatawan. Sejumlah wisata baru terus bermunculan dan layak dieksplor bersama keluarga.
Salah satunya Telaga Claket, sebuah telaga kecil yang telah menjadi salah satu ikon destinasi wisata unggulan di Kabupaten Wonogiri dan telah menarik banyak perhatian kalangan wisatawan dari berbagai daerah.
Telaga Claket terletak strategis di pinggiran kota Wonogiri, tepatnya di Desa Sendangijo, Kececamatan Selogiri. Banyak orang menyebut lokasi ini sebagai “Hidden Gems’, wisata tersembunyi di Kota Wonogiri.
Telaga Claket tidak hanya menawarkan pemandangan yang sangat indah dengan hamparan hijau dan udara sejuk, tetapi juga danau kolam-kolam kecil yang sangat dijaga kebersihan dan kelestarianya.
Dikutip situs visitjateng.jatengprov.go.id, destinasi Wisata Telaga Claket berada di kaki Bukit Widodaren. Sepintas telaga ini mirip dengan Ranu Kumbolo yang juga berdampingan dengan bukit hijau.
Letak bukit yang berdekatan dengan telaga membuat pengunjung di telaga juga menyempatkan diri berjalan mencapai bukit.
Keindahan telaga dari atas bukit akan terlihat berbeda, pengunjung dapat mengambil foto untuk memperkaya sudut pengambilan gambar di objek wisata ini.
Di lokasi telaga, pengunjung juga bisa naik gethek mengelilingi telaga. Pada musim tertentu bunga berwarna-warni akan bermekaran di sekitar telaga, menambah keindahan telaga.
Indahnya kawasan wisata Telaga Claket ini menjadi salah satu alasan utama mengapa tempat ini begitu favorit untuk dikunjungi wisatawan.
Tak heran jika lokasi ini sering juga dipakai untuk menyelenggarakan acara hajatan seperti pernikahan, reunian atau sekedar tamasya bersama.
Disamping tujuan wisata, Telaga Claket juga menyediakan berbagai macam fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung seperti warung makan, souvenir, dan spot-spot foto yang menarik dan tentunya ‘instagramable’.
Objek wisata ini semua hanya tempat pemancingan biasa. Namun melihat potensinya yang menjanjikan, mulai 2007 warga mulai mengelola secara serius. Hingga kini, pengunjung terus meningkat hingga mencapai 80 orang pada akhir pekan. Kebanyakan pengunjung justru dari luar kota, seperti Yogya, Salatiga, tapi ada juga mancanegara.(Irfandy)







Komentar