Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 6 hingga 19 Oktober 2025, pasca kebakaran besar yang melanda Pasar Kota Wonogiri pada Senin (6/10/2025). Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri, menyusul besarnya dampak sosial dan ekonomi akibat musibah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan kronologi awal terjadinya kebakaran. Ia mengatakan, insiden itu pertama kali diketahui oleh petugas jaga malam pasar yang mencium bau benda terbakar. “Saksi mencium bau sangit dari arah lantai dua. Setelah dicek, ternyata sumbernya berasal dari area kios yang telah terbakar. Api cepat membesar karena banyak benda mudah terbakar di sekitar lokasi,” terang Fuad saat memberikan keterangan resmi, Senin malam (6/10/2025).

Fuad menuturkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari konsleting pada fitting lampu. Namun, penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan oleh tim gabungan. “Awal terjadinya kebakaran diduga berasal dari konsleting fitting lampu. Tapi untuk memastikan penyebab utama, tim forensik masih bekerja di lapangan,” ujarnya.
Upaya pemadaman dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh tim gabungan yang melibatkan Damkar se-Soloraya, BPBD, TNI, Polri, SAR, PMI, Dinas KUKM dan Perdagangan, serta relawan. “Berkat kesigapan tim, api berhasil dipadamkan. Meski begitu, proses pendinginan di beberapa titik masih berlangsung agar api tidak kembali menyala,” jelasnya.
Menurut data sementara dari Dinas KUKM dan Perdagangan Wonogiri, total pedagang yang terdampak mencapai 972 los dan 275 kios. Secara keseluruhan, Pasar Kota Wonogiri memiliki 1.058 los, 293 kios, dan 1.531 pedagang. Meski kerugian material sangat besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Menindaklanjuti kondisi ini, Pemkab Wonogiri segera membentuk Posko Gabungan Penanganan Bencana sebagai pusat koordinasi lintas instansi. “Kami akan melakukan pembersihan puing, verifikasi data pedagang terdampak, serta menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Pasar Darurat, agar aktivitas ekonomi bisa segera pulih,” ujar Fuad.
Langkah strategis lain yang tengah disiapkan pemerintah adalah penataan lokasi sementara bagi pedagang yang kehilangan tempat berjualan. “Fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan ekonomi warga. Kami ingin para pedagang bisa kembali berdagang sesegera mungkin,” tambahnya.
Pemkab Wonogiri juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membantu proses pemulihan. “Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di area publik,” pungkas Fuad Wahyu Pratama.(*)







Komentar